alexametrics
24.7 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Ada Rekrutmen CPNS, Pemkot-Pemkab Pasuruan Siapkan Anggaran Segini

PASURUAN – Pemkot Pasuruan mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit untuk tes perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Nilainya mencapai Rp 1,2 miliar. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pasuruan mengalokasikan anggaran itu untuk sewa komputer dan pembiayaan seluruh tahapan administrasi.

“Anggaran ini sepenuhnya berasal dari APBD 2018,” kata Kepala BKD Kota Pasuruan Muhammad Fakih. Pria yang akrab disapa Fakih ini menjelaskan, Kota Pasuruan mendapatkan jatah CPNS sebanyak 256 pegawai. Rinciannya, 150 untuk tenaga kependidikan, 71 tenaga kesehatan, dan 35 tenaga infrastruktur. Jumlah ini lebih sedikit dari pengajuan BKD sebanyak 576 pegawai beberapa waktu lalu.

Karena itu, pihaknya berharap perekrutan CPNS kembali dibukan tahun 2019 mendatang. Sebab, idealnya, untuk tenaga di tiga posisi yakni kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur, Kota Pasuruan membutuhkan 576 pegawai.

“Memang lebih kecil dari yang kami ajukan, namun kami bersyukur dapat segitu. Mudah-mudahan tahun 2019, Pemerintah Pusat kembali membuka perekrutan CPNS,”terang Fakih.

Sementara itu, Badan Kepegawaian dan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Pasuruan mengajukan dana tambahan sebesar Rp 294 juta. Dana tersebut nantinya digunakan selama kebutuhan personel dan sarpras saat tes berlangsung.

Iswahyudi, Plt kepala BKPPD mengatakan bahwa di tahun anggaran 2018, BKPPD sudah menganggarkan dana sebesar Rp 400 juta. Namun, melihat bahwa kebutuhan pelaksanaan tes yang dilakukan di luar daerah lebih besar, pihaknya mengajuan usulan penambahan anggaran dalam Perubahan APBD 2018.

“Jadi, selain anggaran sebelumnya sebesar Rp 400 juta, kami sudah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 294 juta di P-APBD untuk kebutuhan tes CPNS,” jelasnya. Iswahyudi mengatakan bahwa penambahan anggaran tersebut setelah melihat dan mengevaluasi kebutuhan lantaran pelaksanaan tes berada di luar daerah.

Diketahui, Kabupaten Pasuruan ternyata masuk rayon Malang. Ada 7 kota dan kabupaten yang nantinya tes Computer Assited Tes (CAT) dilakukan di Kota Malang. Di tahun ini untuk pelaksanaan mulai dari penerimaan sampai tes memang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Iswahyudi mengatakan, untuk kegiatan di dalam gedung memang tanggung jawab dari pusat.

“Namun, di luar gedung nanti akan menjadi tanggung jawab dari pemerintah daerah. Karena prediksi kami peserta dipastikan membeludak, maka kami juga harus memikirkan sarprasnya agar peserta yang menunggu di luar nyaman,” jelasnya.

Dari pengalaman BKPPD pada 2013 lalu, jumlah peserta cukup tinggi. Dari hanya 58 formasi, tahun 2013 lalu pendaftar bisa mencapai 5 ribuan. Sedangkan tahun ini yang dibuka mencapai 535 formasi. Sehingga, tes bisa diperkirakan berhari-hari, tergantung jumlah yang lolos administrasi nantinya.

BKPPD Kabupaten Pasuruan saat ini memang belum mendapatkan jadwal pasti pelaksanaan tes. Namun, dipastikan akan bergiliran dengan daerah lain yang serayon yaitu Kota Pasuruan, Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota dan Kabupaten Blitar. Diharapkan dengan tambahan anggaran ini bisa memperlancar proses tes CPNS tahun 2018 ini. (riz/eka/fun)

PASURUAN – Pemkot Pasuruan mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit untuk tes perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Nilainya mencapai Rp 1,2 miliar. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pasuruan mengalokasikan anggaran itu untuk sewa komputer dan pembiayaan seluruh tahapan administrasi.

“Anggaran ini sepenuhnya berasal dari APBD 2018,” kata Kepala BKD Kota Pasuruan Muhammad Fakih. Pria yang akrab disapa Fakih ini menjelaskan, Kota Pasuruan mendapatkan jatah CPNS sebanyak 256 pegawai. Rinciannya, 150 untuk tenaga kependidikan, 71 tenaga kesehatan, dan 35 tenaga infrastruktur. Jumlah ini lebih sedikit dari pengajuan BKD sebanyak 576 pegawai beberapa waktu lalu.

Karena itu, pihaknya berharap perekrutan CPNS kembali dibukan tahun 2019 mendatang. Sebab, idealnya, untuk tenaga di tiga posisi yakni kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur, Kota Pasuruan membutuhkan 576 pegawai.

“Memang lebih kecil dari yang kami ajukan, namun kami bersyukur dapat segitu. Mudah-mudahan tahun 2019, Pemerintah Pusat kembali membuka perekrutan CPNS,”terang Fakih.

Sementara itu, Badan Kepegawaian dan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Pasuruan mengajukan dana tambahan sebesar Rp 294 juta. Dana tersebut nantinya digunakan selama kebutuhan personel dan sarpras saat tes berlangsung.

Iswahyudi, Plt kepala BKPPD mengatakan bahwa di tahun anggaran 2018, BKPPD sudah menganggarkan dana sebesar Rp 400 juta. Namun, melihat bahwa kebutuhan pelaksanaan tes yang dilakukan di luar daerah lebih besar, pihaknya mengajuan usulan penambahan anggaran dalam Perubahan APBD 2018.

“Jadi, selain anggaran sebelumnya sebesar Rp 400 juta, kami sudah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 294 juta di P-APBD untuk kebutuhan tes CPNS,” jelasnya. Iswahyudi mengatakan bahwa penambahan anggaran tersebut setelah melihat dan mengevaluasi kebutuhan lantaran pelaksanaan tes berada di luar daerah.

Diketahui, Kabupaten Pasuruan ternyata masuk rayon Malang. Ada 7 kota dan kabupaten yang nantinya tes Computer Assited Tes (CAT) dilakukan di Kota Malang. Di tahun ini untuk pelaksanaan mulai dari penerimaan sampai tes memang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Iswahyudi mengatakan, untuk kegiatan di dalam gedung memang tanggung jawab dari pusat.

“Namun, di luar gedung nanti akan menjadi tanggung jawab dari pemerintah daerah. Karena prediksi kami peserta dipastikan membeludak, maka kami juga harus memikirkan sarprasnya agar peserta yang menunggu di luar nyaman,” jelasnya.

Dari pengalaman BKPPD pada 2013 lalu, jumlah peserta cukup tinggi. Dari hanya 58 formasi, tahun 2013 lalu pendaftar bisa mencapai 5 ribuan. Sedangkan tahun ini yang dibuka mencapai 535 formasi. Sehingga, tes bisa diperkirakan berhari-hari, tergantung jumlah yang lolos administrasi nantinya.

BKPPD Kabupaten Pasuruan saat ini memang belum mendapatkan jadwal pasti pelaksanaan tes. Namun, dipastikan akan bergiliran dengan daerah lain yang serayon yaitu Kota Pasuruan, Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota dan Kabupaten Blitar. Diharapkan dengan tambahan anggaran ini bisa memperlancar proses tes CPNS tahun 2018 ini. (riz/eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/