Sulit Benahi PJU Solar Cell di Jalur Bromo, Lebih Baik Beli Baru

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo lebih memilih membeli Penerangan Jalan Umum (PJU) baru, daripada memperbaiki solar cell yang rusak. Penyebabnya, PJU solar cell yang rusak, belum tentu bisa berfungsi lagi saat dibenahi.PJU colar cell rusak ini acapkali dilaporkan warga di sepanjang jalur ke Bromo

“Kami memilih mengajukan baru saja. Karena yang rusak kalau diperbaiki, juga belum tentu berhasil,” kata Heri Sulistyanto, Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo.

Heri menjelaskan, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dulu. Tujuannya, untuk melihat langsung masalah yang ada. Sehingga, nanti pihaknya bisa lebih yakin untuk melakukan pengajuan pembelian baru. “Kami lebih dulu akan mengeceknya alokasi pemeliharaannya,” katanya.

Ia memberikan contoh, 50 PJU yang terpasang saat ini di sepanjang jalur Ngepung – Sukapura. Yaitu, usulannya mengenai PJU disepanjang jalur itu terealisasi. “Usulan kami juga terealisasi. Makanya kami akan mengusulkan lagi, agar yang rusak, bisa diganti yang baru,” tandasnya.

Menurut informasi, di sepanjang jalur  menuju Gunung Bromo via Kecamatan Sukapura sejatinya sudah ada penerangan yang mengandalkan solar cell. Hanya saja, keberadaan nya dipastikan tak berfungsi karena semuanya mati. Kondisi ini disayangkan oleh warga sekitar.

“Padahal kalau hidup, sangat bermanfaat bagi warga yang melintas,” kata Gondo salah seorang Pengendara motor.

Menurutnya, penerangan itu memang sangat dinanti oleh warga maupun pelaku wisata yang akan ke gunung Bromo. Salah satunya karena memang membantu pengendara saat melintas. Sayangnya, keinginan itu belum juga terealisasi. “Kata orang-orang, akinya banyak dicuri orang,” kata Gondo.

Ia berharap ada perhatian dari Pemkab Probolinggo. Apalagi, kawasan itu merupakan destinasi berkelas internasional. Tak sedikit pula wisatwan yang kala itu berkunjung ke Gunung Bromo banyak yang mempertanyakan minimnya penerangan tersebut.

“Karena mungkin mereka khawatir kalau penerangan minim. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah terkait hal ini,” harapnya. (sid/fun)