alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Desa Minta Perizinan Dua Pabrik Dicek

GEMPOL, Radar Bromo – Pemerintahan Desa Gempol angkat bicara terkait bau busuk ditimbulkan dari usaha pengilingan udang milik PT. Kasih Prima dan PT. Hestia, di Dusun Wonoayu, Desa / Kecamatan Gempol. Kades Gempol M. Chamdi mengatakan, selain DLH harus mengecek limbah, perizinan perusahaan juga harus diusut. Karena selama ini, bangunan yang ada semuanya adalah milik PT Kota Tua. Sementara PT Kota Tua sudah gulung tikar. Hingga kemudian ditempati untuk usaha pengilingan udang tersebut.

AKSI SPONTAN: Warga Desa Gempol datangi pabrik pengolahan udang dan bulu ayam milik PT. Hestia. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

“Saya rasa tak cukup survei semata. Tapi juga harus diusut perizinannya, apakah sudah lengkap atau sebaliknya tidak ada atau bodong,” ungkapnya.

Jika kemudian izin usaha PT. Kasih Prima dan PT. Hestia tidak ada, maka untuk dua pabrik tersebut harus ditutup dan dilarang berproduksi. “Untuk perizinannya, kami sanksi dan meragukannya. Tentunya pemkab harus tegas terkait ini, biar masyarakat tidak dirugikan,” cetusnya.

Dihubungi secara terpisah, asisten satu bidang pemerintahan Pemkab Pasuruan Anang Saiful Wijaya, Pelaksana Tugas (Plt) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasuruan menegaskan, persoalan dilapangan tetap dapat atensi dari Pemkab Pasuruan.

“Dalam waktu dekat dari perizinan akan turun ke lapangan. Bila perlu akan memanggil (perusahaan, Red) untuk klarifikasi dan mengetahui perizinan,” tegasnya. (zal/fun)

GEMPOL, Radar Bromo – Pemerintahan Desa Gempol angkat bicara terkait bau busuk ditimbulkan dari usaha pengilingan udang milik PT. Kasih Prima dan PT. Hestia, di Dusun Wonoayu, Desa / Kecamatan Gempol. Kades Gempol M. Chamdi mengatakan, selain DLH harus mengecek limbah, perizinan perusahaan juga harus diusut. Karena selama ini, bangunan yang ada semuanya adalah milik PT Kota Tua. Sementara PT Kota Tua sudah gulung tikar. Hingga kemudian ditempati untuk usaha pengilingan udang tersebut.

AKSI SPONTAN: Warga Desa Gempol datangi pabrik pengolahan udang dan bulu ayam milik PT. Hestia. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

“Saya rasa tak cukup survei semata. Tapi juga harus diusut perizinannya, apakah sudah lengkap atau sebaliknya tidak ada atau bodong,” ungkapnya.

Jika kemudian izin usaha PT. Kasih Prima dan PT. Hestia tidak ada, maka untuk dua pabrik tersebut harus ditutup dan dilarang berproduksi. “Untuk perizinannya, kami sanksi dan meragukannya. Tentunya pemkab harus tegas terkait ini, biar masyarakat tidak dirugikan,” cetusnya.

Dihubungi secara terpisah, asisten satu bidang pemerintahan Pemkab Pasuruan Anang Saiful Wijaya, Pelaksana Tugas (Plt) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasuruan menegaskan, persoalan dilapangan tetap dapat atensi dari Pemkab Pasuruan.

“Dalam waktu dekat dari perizinan akan turun ke lapangan. Bila perlu akan memanggil (perusahaan, Red) untuk klarifikasi dan mengetahui perizinan,” tegasnya. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/