alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Selesaikan Revitalisasi Pasar Kronong, Ini Anggaran yang Disiapkan

PROBOLINGGO – Proses revitalisasi Pasar Kronong yang berlangsung sejak tahun 2017 masih belum tuntas. Masih ada sisa 20 persen bagian bangunan yang harus diselesaikan tahun 2018, sebelum ditempati oleh pedagang.

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo memastikan, penyelesaian pembangunan Pasar Kronong dilakukan tahun ini. “Anggaran revitalisasi dialokasikan melalui P-APBD 2018,” ujar Sugeng Ariyadi, sekretaris DKUPP setempat.

Sugeng –sapaan akrabnya – menjelaskan, bangunan fisik utama seperti atap serta fondasi bangunan telah dilakukan pada tahun lalu. Tahun ini, rencananya akan menyelesaikan kekurangan bangunan proyek seperti los untuk pedagang. Untuk menyelesaikan pembangunan fisik pasar, DKUPP mengalokasikan anggaran sekitar Rp 300 juta.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan Pasar Kronong telah dilakukan sejak tahun 2017. Harga Perkiraan Sementara (HPS) proyek itu mencapai Rp 1,974 miliar. Sementara nilai penawarannya sebesar Rp 1,48 miliar. Pembangunan pasar itu tidak selesai tepat waktu. Sehingga, DKUPP melakukan tahap penyelesaian di tahun 2018.

Bahkan, DKUPP memasukkan CV Yala Indah Perkasa, yang merupakan kontraktor pelaksana revitalisasi Pasar Kronong dalam daftar hitam (blacklist). Hal itu dilakukan, setelah CV tersebut tak mampu merampungkan pekerjaan hingga akhir Desember. Proyek tersebut hanya selesai sekitar 79,99 persen saja. Sehingga, ada kekurangan 20,1 persen. (put/rf)

PROBOLINGGO – Proses revitalisasi Pasar Kronong yang berlangsung sejak tahun 2017 masih belum tuntas. Masih ada sisa 20 persen bagian bangunan yang harus diselesaikan tahun 2018, sebelum ditempati oleh pedagang.

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo memastikan, penyelesaian pembangunan Pasar Kronong dilakukan tahun ini. “Anggaran revitalisasi dialokasikan melalui P-APBD 2018,” ujar Sugeng Ariyadi, sekretaris DKUPP setempat.

Sugeng –sapaan akrabnya – menjelaskan, bangunan fisik utama seperti atap serta fondasi bangunan telah dilakukan pada tahun lalu. Tahun ini, rencananya akan menyelesaikan kekurangan bangunan proyek seperti los untuk pedagang. Untuk menyelesaikan pembangunan fisik pasar, DKUPP mengalokasikan anggaran sekitar Rp 300 juta.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan Pasar Kronong telah dilakukan sejak tahun 2017. Harga Perkiraan Sementara (HPS) proyek itu mencapai Rp 1,974 miliar. Sementara nilai penawarannya sebesar Rp 1,48 miliar. Pembangunan pasar itu tidak selesai tepat waktu. Sehingga, DKUPP melakukan tahap penyelesaian di tahun 2018.

Bahkan, DKUPP memasukkan CV Yala Indah Perkasa, yang merupakan kontraktor pelaksana revitalisasi Pasar Kronong dalam daftar hitam (blacklist). Hal itu dilakukan, setelah CV tersebut tak mampu merampungkan pekerjaan hingga akhir Desember. Proyek tersebut hanya selesai sekitar 79,99 persen saja. Sehingga, ada kekurangan 20,1 persen. (put/rf)

MOST READ

BERITA TERBARU

/