alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 27 October 2020

Usai Bunuh Balita, Pasutri Ini Berusaha Hilangkan Sidik Jari

BANGIL, Radar Bromo – Polres Pasuruan melakukan rekonstruksi atas kasus dugaan pembunuhan pada Ra, 5. Rekonstruksi dilakukan Selasa (28/7) dengan diikuti kedua tersangka. Dalam rekonstruksi itu terungkap, tersangka M. Tohir, 27, berusaha menghilangkan jejak pembunuhan yang dilakukannya.

Rekonstruksi digelar di taman kawasan Mapolres Pasuruan. Lokasi itu dipilih untuk menjaga kondusivitas dan mengantisipasi hal yang tak diinginkan. Total ada 35 adegan yang diperagakan kedua tersangka dalam rekonstruksi tersebut.

Dalam rekonstruksi itu, kedua tersangka pembunuhan dihadirkan. Yaitu, M. Tohir, 27 dan Ifa Maulaya, 19. Selain keduanya, ada beberapa petugas dari kepolisian serta aparatur Desa Tanggulangin yang juga hadir untuk mengikuti rekonstruksi.

PASUTRI: Tohir dan Ifa Maulaya saat rekonstruksi di Polres Pasuruan.(Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Satu per satu adegan diperagakan. Mulai saat tersangka Tohir menghampiri korban yang tengah bermain bersama teman-temannya. Hingga akhirnya, tersangka mengeksekusi korban dengan memukulkan kayu dan membenamkan korban ke air.

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pasuruan Aiptu M. Nidhom mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk memperkuat berkas penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian. Karena dari rekonstruksi itu, bisa diketahui setiap aksi yang dilakukan tersangka. Apalagi, tersangka berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

“Ada 35 adegan yang diperagakan. Baik saat tersangka menghampiri korban, hingga aksi pembunuhan itu terjadi, dan ketika mayat korban ditemukan warga,” bebernya mendampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda.

Ia menambahkan, tidak ada fakta baru dalam rekonstruksi tersebut. Kedua pasutri tersebut memang diduga kuat menjadi orang yang telah menghabisi nyawa korban.

 

Baca juga: Biadab, Pembunuh Bocah di Kejayan Pasutri, Sempat Disetubuhi Dua Kali

 

Tersangka Tohir dipastikan membunuh korban menggunakan kayu. Saat memegang kayu itu, dia lebih dulu mengenakan sarung tangan dari kantong kresek. Tujuannya, untuk menghilangkan sidik jari.

“Tersangka juga tidak sekali, tapi dua kali memukulkan kayu ke bagian belakang korban. Ia juga membungkus mayat korban dan membuangnya beberapa meter dari sungai,” beber dia.

Ra sendiri ditemukan meninggal di sebuah sungai dekat rumahnya di Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Dia diduga dibunuh sepasang suami istri yang baru menikah. Yaitu, Moch. Tohir, 27 dan Ifa Maulaya, 19.

Sebelum dibunuh, Tohir sempat memperkosa korban. Sementara Ifa diduga terlibat pembunuhan itu karena ia ikut merampas emas korban dan menyediakan balok untuk memukul korban. Dalam pemeriksaan petugas, Ifa mau dilibatkan suaminya karena takut dicerai. (one/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Usai Donor Darah, Bold Riders-Super Soccer Pasuruan Tanam Pohon

Tanaman kayu putih dipilih karena ini adalah tanaman obat.

Jualan Buah di Jl Juanda, Putri Polisi Dijambret, Ini Modusnya  

Korban melaporkan pelaku yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario merah.

Innalillahi, Pulang Kerja, PNS Pemkab Pasuruan Tewas Tertabrak Truk Tronton

Sore itu, Slamet Supriyanto hendak pulang ke rumahnya usai bekerja. Ia mengendarai motor Honda Vario bernopol N 2175 TBL dari arah utara ke selatan.

Kaliputih Sumbersuko Gempol Kembali Tercemar Busa Berlimpah

Kondisi sungai tercemar busa itu bukan kali ini terjadi. Pada pertengahan Agustus lalu, kondisi serupa juga pernah terjadi.

Komunitas Difabel Antusias Ikuti Donor Darah Bold Riders Probolinggo

Dalam aksi sosial ini, Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Probolinggo turut serta menjadi pendonor.