Bupati Probolinggo Terbitkan SE untuk Gelar Hajatan, Ini Poinnya

DRINGU, Radar Bromo – Meski masih pandemi Covid-19, masyarakat Kabupaten Probolinggo kini telah diperbolehkan menggelar hajatan pernikahan atau lainnya. Tentu saja, kelonggaran itu tak diberikan begitu saja. Hajatan boleh digelar asalkan dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Probolinggo.

Ketentuan itu diatur dalam Surat Edaran (SE) Bupati Probolinggo Nomor 451/0315/426.33/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Hajatan Menuju Tananan Normal Baru Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Dalam SE itu, diatur kegiatan keagaman dan sosial budaya boleh digelar dengan syarat. Untuk syarat kegiatan pernikahan, ada 7 item yang disebutkan.

”Acara pernikahan boleh di KUA, masjid, rumah atau gedung. Kalau kegiatan resepsi pernaikahan di gedung, peraturan jumlah undangan sebanyak-banyak 20 persen dari kapasitas ruangan gedung itu,” kata dr. Anang Boedi Yoelijanto selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

Anang menegaskan, diperbolehkan gelar kegiatn keagamaan, pernikahan atau sosial budaya. Namun, wajib menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari penyemporatan disinfektan pada ruangan yang digelar kegiatan. Kemudian, kewajiban mengenakan masker bagi semua yang hadir.

”Harus melakukan pengecekan suhu pada semua undangan yang hadir dan wajib cuci tangan,” terangnya.

Tak hanya berupa ketentuan, beberapa hal yang wajib dipenuhi. Anang mengungkapkan, ketentuan itu diperkuat dengan pembuatan surat pernyataan yang berisi kesanggupan warga mengikuti protokol kesehatan. Di samping itu juga membuat rencana kegiatan untuk diberikan rekomendasi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo. (mas/fun)