alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Sungai Ketapang Penuh Sampah, Warga Minta Dipasang Pagar

KADEMANGAN, Radar Bromo – Kesadaran sejumlah warga Kota Probolinggo untuk tidak membuang sampah sembarangan masih perlu terus dipupuk. Sejauh ini, masih ada warga yang membuang sampah di sungai.

Seperti terlihat di Sungai Ketapang. Sungai yang berada di sebuah pabrik di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, ini sudah lebih dari tiga pekan tidak dibersihkan. Biasanya, ada petugas yang membersihkannya. “Sudah lama tidak ada petugas kebersihan yang membersihkan sungai ini,” ujar warga sekitar, Suparti.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan masih minim. Katanya, tumpukan sampah di sungai itu berasal dari warga sekitar. Juga banyak warga dari luar yang membuang sampah di sana.

“Sampah banyak datang dari arah selatan dan di bawa air. Sehingga, menghambat ke sini. Dulu setiap pagi saya bersihkan, tapi menginjak usia tua, punggung saya tidak kuat. Selain itu, banyak orang datang dengan motor, membuang sampah di sungai ini. Padahal, di sebelah timur pabrik ada trailer sampah,” ujar perempuan 56 tahun itu.

Pihaknya berharap dinas terkait membersihkannya. Sebab, selain menghambat aliran sungai, aromanya juga tak sedap dan menjadi sarang nyamuk. “Sudah ada tulisannya, jangan buang sampah di sungai. Tapi, tidak digubris. Kami harap pemerintah membuat pembatas besi seperti di Sungai Umbul. Sehingga, pengendara motor yang lewat tidak bisa melemparkan sampahnya sembarangan,” ujarnya.

Adanya tumpukan sampah ini disayangkan oleh Kabid Penanggulangan dan Pengelolaan Sampah (P2S) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Sunjoto. Menurutnya, pihaknya sudah sering menyosialisasikan agar tidak membuang sampah sembarangan. “Kalau di sungai, kewenangannya Dinas PU,” ujarnya.

Terpisah, Kepala PUPR Kota Probolinggo Amien Fredy berjanji akan segera membersihkannya. Serta, berencana memasang pagar besi seperti di Sungai Umbul. Namun, tetap akan mempertimbangkan anggaran. “Biar dilakukan pembersihan oleh teman-teman nantinya. Untuk pagar, kami lihat dulu anggarannya,” ujarnya. (rpd/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.