alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Pengelola Snorkeling Minta Tambahan Fasilitas supaya Bisa Penuhi Target Pendapatan

SUMBERASIH, Radar Bromo – Wisata snorkeling pulau Gili Ketapang ditarget menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp 100 juta. Hingga setengah tahun berjalan, wisata ini hanya baru menyumbang sekitar Rp 4 juta.

BUTUH TAMBAHAN FASILITAS: Pengunjung menikmati keindahan pantai saat snorkeling di Gili Ketapang. Pengelola snorkeling berharap pemda menambah fasilitas di Gili Ketapang. (Dok. Radar Bromo)

Melihat target yang masih jauh, kelompok pengelola snorkeling mengakui, berat untuk mewujudkan target tersebut. Sebab, semuanya memang bergantung pada jumlah kunjungan. Pihak kelompok pengelola snorkeling meminta dukungan pembangunan fasilitas sarpras pariwisata.

Rohman, salah satu pengelola senorkling Gili Ketapang mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan yang datang untuk menikmati wisata snorkeling tidak seramai tahun tahun sebelumnya. Dirinya pun tidak mengetahui sebab pastinya kunjungan tidak ramai lagi.

“Pengunjung yang datang ke wisata snorkeling masih ada. Tapi tidak seramai tahun kemaarin,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (28/7).

Disinggung soal retribusi wisata snorkeling untuk PAD? Rohman mengaku tidak keberatan untuk memberikan retribusi. Tetapi, alangkah lebih baiknya pemerintah daerah setempat memberikan dukungan lebih dulu untuk pengembangan wisata senorkling. Sehingga, keberadaan wsiata senorkling terus ramai dan pengunjung menikmati fasilitas yang ada.

“Mau ditarik retribusi, siap saja. Tapi perlu ada pembangunan dari daerah untuk sarpras wusata senorkling dan dukungan fasilutas lainnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwksata Budaya (Dispora Parbud) Kabupaten Probolinggo, Sugeng mengatakan, siap menindaklanjuti realisasi capaian retribusi wisata snorkeling. Pihaknya akan melakukan evaluasi. Oleh karena itu, rencananya pekan ini pihaknya akan turun langsung ke Pulau Gili Ketapang. Guna mendiskusikan bersama dengan Bumdes dan kelompok pengelola wisata snorkeling.

“Untuk snorkeling pulau Gili Ketapang dalam pembinaan BUMDES dan mulai kami sentuh kewajiban PAD. Minggu depan kami bersama muspika Sumberasih akan silaturahmi ke operator snorkeling,” katanya. (mas/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.