Kalapas Jamin Tak Ada Perlakuan Khusus pada Napi Tipikor

MAYANGAN – Adanya temuan beragam fasilitas mewah yang ada di Lapas Sukamiskin, membuat banyak orang tercengang. Kepercayaan publik dipastikan turun akibat kondisi tersebut.

Tak hanya pada Sukamiskin saja, publik juga menaruh curiga pada seluruh lapas di Indonesia. Kalapas IIB Probolinggo Yandi Suyandi kepada koran ini Jumat (27/7) siang menyebutkan, bahwa di lapas tersebut tak ada fasilitas mewah yang diberikan. Semunya sama.

Bahkan, napi tipikor pun juga ditempatkan di kamar yang sama dengan napi lainnya. “Gak ada elit-elitan, semuanya sama. Kamarnya pun sama,” terangnya.

Bahkan, kondisi di lapas tersebut sebetulnya sudah overload. Bahkan, saat ini jumlah penghuni di lapas ada 613. Akibatnya kamar yang ada di lapas sesak. “Meski demikian, masih dikatakan layak. Yang tidak layak itu jika sudah tidak bisa berbaring untuk tidur,” imbuhnya.

Adapun jumlah warga binaan tiap kamar berbeda, sehingga jumlah penghuninya juga bebeda. Ada yang 11, 17, 27, hingga 34 orang dalam satu kamar. Selain itu, untuk napi kasus tipikor, juga tak memiliki kamar khusus. Semunya membaur jadi satu.

Kecuali warga binaan melakukan pelanggaran, sehingga mereka akan ditempatkan di ruang atau kamar isolasi atau strafcell. Adapun hukuman bagi napi yang melanggar selain ditempatkan di kamar isolasi, haknya akan dicabut. Semisal haknya untuk mendapatkan remisi dan lainnya. (rpd/mie)

 

PERLAKUAN SETARA: Lapas Klas II B Probolinggo mengklaim tak ada napi yang diistimewakan. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)