alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Diserang Grayak, Petani Digelontor Pestisida

DRINGU – Sejumlah petani yang tanaman bawangnya diserang hama berupa ulat grayak di Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, bisa bernapas lega. Sebab, mereka mendapatkan bantuan berupa pestisida untuk menangani hama.

Bantuan itu digelontokan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo. Bantuan ini diberikan secara cuma-cuma, namun tetap berdasarkan pengajuan dari kelompok tani.

Kabid Sarana Prasarana DKPP Kabupaten Probolinggo Bambang mengatakan, bantuan yang diberikan tidak secara langsung. Namun, melalui pengajuan yang dilakukan kelompok tani di desa setempat. “Bantuan yang kami berikan sebetulmya melalui pengajuan. Mereka mengajukan dan kami setuju memberikan,” ujarnya.

Bambang mengatakan, bantuan yang diberikan sesuai luas lahan sawah yang diserang hama. Itu, dilakukan agar daerah lain yang juga terserang hama juga bisa mendapatkan bantuan. “Sesuai dengan luasan sawah terdampak. Yaitu, sekitar agrosiper 50 liter, ken-fas 50 liter, sultricob 20 kilogram, dan interprid 5 kilogram. Luas serangan yang ada di desa itu sekitar 7,5 hektare dan luas terancam 50 hektare,” jelasnya.

Menurut Bambang, dari luasan itu, per hektare diberikan sekitar 2 liter untuk membasmi hama. Takaran itu dipastikan cukup untuk membasmi ulat grayak yang menyerang bawang petani.

“Sisa stok pestisida tahun 2018 di kami ada sekitar kuproxat 136 liter, ken-mipo 257 liter, dan ken-fas 560 liter. Jika ada daerah lain yang membutuhkan, langsung mengajukan saja melalui kelompok tani,” ujarnya. (sid/rud)

 

WASPADA GRAYAK: Lahan bawang merah di Dringu yang diserang grayak, beberapa waktu belakangan ini. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

DRINGU – Sejumlah petani yang tanaman bawangnya diserang hama berupa ulat grayak di Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, bisa bernapas lega. Sebab, mereka mendapatkan bantuan berupa pestisida untuk menangani hama.

Bantuan itu digelontokan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo. Bantuan ini diberikan secara cuma-cuma, namun tetap berdasarkan pengajuan dari kelompok tani.

Kabid Sarana Prasarana DKPP Kabupaten Probolinggo Bambang mengatakan, bantuan yang diberikan tidak secara langsung. Namun, melalui pengajuan yang dilakukan kelompok tani di desa setempat. “Bantuan yang kami berikan sebetulmya melalui pengajuan. Mereka mengajukan dan kami setuju memberikan,” ujarnya.

Bambang mengatakan, bantuan yang diberikan sesuai luas lahan sawah yang diserang hama. Itu, dilakukan agar daerah lain yang juga terserang hama juga bisa mendapatkan bantuan. “Sesuai dengan luasan sawah terdampak. Yaitu, sekitar agrosiper 50 liter, ken-fas 50 liter, sultricob 20 kilogram, dan interprid 5 kilogram. Luas serangan yang ada di desa itu sekitar 7,5 hektare dan luas terancam 50 hektare,” jelasnya.

Menurut Bambang, dari luasan itu, per hektare diberikan sekitar 2 liter untuk membasmi hama. Takaran itu dipastikan cukup untuk membasmi ulat grayak yang menyerang bawang petani.

“Sisa stok pestisida tahun 2018 di kami ada sekitar kuproxat 136 liter, ken-mipo 257 liter, dan ken-fas 560 liter. Jika ada daerah lain yang membutuhkan, langsung mengajukan saja melalui kelompok tani,” ujarnya. (sid/rud)

 

WASPADA GRAYAK: Lahan bawang merah di Dringu yang diserang grayak, beberapa waktu belakangan ini. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

MOST READ

BERITA TERBARU

/