Mulai 1 April, Daop 9 Kurangi Empat Perjalanan Kereta Api, Siap Kembalikan Uang 100 Persen

PASURUAN, Radar Bromo – Untuk menekan penyebaran virus korona, PT KAI Daop 9 Jember mengurangi jumlah perjalanan kereta api yang berangkat dari wilayah operasinya. Pengurangan atau pembatalan ini berlaku efektif mulai 1 April.

Ada empat KA yang dibatalkan. Yakni, KA Mutiara Timur Siang relasi Ketapang – Surabaya Gubeng dengan jadwal keberangkatan pukul 09.00; KA Logawa relasi Jember – Purwokerto dengan jadwal keberangkatan pukul 05.45; KA Pandanwangi relasi Ketapang – Jember dengan jadwal keberangkatan pukul 09.30; dan KA Pandanwangi relasi Jember – Ketapang dengan jadwal keberangkatan pukul 14.00.

Manajer Humas PT Daop 9 Jember Mahendro Bawono mengungkapkan, pembatan itu dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat sesuai dengan arahan pemerintah. Harapannya, penyebaran virus korona pun bisa ditekan.

KA yang dibatalkan adalah KA yang memiliki jadwal atau KA alternatif. Sehingga, penumpang memiliki pilihan jadwal keberangkatan, apabila tetap memutuskan berangkat.

Untuk penumpang yang sudah memiliki tiket KA yang dibatalkan pada periode 1 – 30 April, PT KAI Daop 9 akan menghubungi penumpang untuk pembatalannya. PT KAI pun akan mengembalikan penuh uang penumpang.

“Kami akan mengembalikan 100 persen secara tunai. Pembatalan tiket dapat dilakukan di stasiun keberangkatan atau stasiun lain yang melayani penjualan dan pembatalan tiket. Dan di wilayah Daop 9, ada 17 stasiun yang melayani proses pengembalian,” ungkapnya.

Meskipun terdapat pengurangan jadwal kereta api, namun Daop 9 akan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang yang membutuhkan transportasi kereta api. Menurutnya, penumpang dapat menghubungi KAI melalui Contact Center 121 atau nomor telepon ke 021-121 atau sosial media @KAI121 untuk mendapatkan info lebih lanjut terkait perjalanan KA.

“Kami mohon maaf atas pengurangan perjalanan KA ini. Semoga kebijakan ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, tujuannya agar penyebaran virus korona dapat dicegah,” terang Mahendro. (riz/hn)