Anggarkan Rp 1 Miliar untuk Lanjutkan Pembangunan Kawasan Kumuh, Fokus di 5 Desa

DRINGU, Radar Bromo – Sejumlah desa yang masuk kawasan kumuh terus mendapat perhatian dari Pemkab Probolinggo. Tahun ini melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim), Pemkab mengalokasikan Rp 1 miliar untuk melanjutkan pembangunan kawasan kumuh di lima desa.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Probolinggo Prijono mengatakan, pembangunan kawasan kumuh ini merupakan proyek lanjutan Program Kota Tanpa Kumuh. Masing–masing desa yang terpilih dialokasikan anggaran Rp 200 juta untuk pembangunan lanjutan.

“Program Kota Tanpa Kumuh yang dulu pernah dilakukan akan dilanjutkan dengan kegiatan pembangunan kawasan kumuh menggunakan APBD. Masing-masing desa dialokasikan sekitar Rp 200 juta,” ujarnya.

Kegiatan pembangunan kawasan kumuh tahun ini rencananya akan dilaksanakan di lima desa. Yakni, Desa Rondokuning, Kecamatan Kraksaan; Desa Sepuh Gembol, Kecamatan Wonomerto; serta tiga desa di Kecamatan Paiton. Yakni, Desa Jabungsisir, Desa Pondokkelor, dan Desa Randutatah.

“Proyek ini sejatinya dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan menghindarkan masyarakat dari penyakit yang dapat terjadi karena dampak dari lingkungan kumuh,” ujar Prijono.

Saat ini pihaknya sedang melakukan perencanaan pembangunan yang akan dilakukan serta bagian apa saja yang akan dibangun. Ini, dikarenakan setiap desa tidak sama ketegori kumuhnya di bagian mana.

“Setiap daerah kumuhnya tidak sama. Beberapa bagian kumuh bisa dari drainase, jalan lingkungan, air bersih, atau sanitasi. Karenanya, saat ini masih terus kami matangkan. Kalau sesuai rencana, pembangunan fisik bisa dilakukan pertengahan tahun,” ujarnya. (ar/rud/fun)