alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Tuesday, 24 November 2020

Pemkab Probolinggo Terkendala Pemetaan Dasar Wilayah untuk Perda RTRW

KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten Probolinggo harus bersabar untuk menanti persetujuan perubahan rencana tata ruang wilayah (RTRW) daerahnya. Ini lantaran rencana perubahan peraturan daerah RTRW Kabupaten Probolinggo hingga sekarang masih belum selesai di tingkat pemprov maupun pusat.

Padahal, pembahasan terkait perda itu sudah dilakukan pemkab setempat sejak 2017 lalu. Pemkab beralasan, belum selesainya perubahan perda itu karena terhambat pemetaan dasar wilayah yang disinkronkan dengan kebijakan pemerintah pusat yakni satu peta.

Kepala Bidang Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat Yuwono mengatakan, sejak 2017 lalu pembahasan telah dilakukan. Pembahasan itu antara lain penyusunan rekomendasi yang dibutuhkan guna menyelesaikan perubahan perda itu.

“Sebenarnya untuk dokumennya telah selesai. Tetapi, untuk pengesahan dokumen itu dibutuhkan syarat-syarat yang harus disetujui oleh provinsi dan juga pusat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (28/1).

Salah satunya untuk melengkapi persyaratan yaitu, kajian mengenai Lingkungan Hidup Strategis (LHS). Kajian ini, juga tekah dilakukan guna melengkapi persyaratan tersebut. Pihak Bappeda sendiri rencananya akan mengajukan kajian itu kepada DLH Provinsi Jawa Timur.

“Tinggal menunggu rekomendasinya saja. Kajiannya telah kami lakukan dan nanti kami akan ajukan. Jadi tinggal menunggu rekomendasi dari Provinsi guna melengkapi persyaratan itu,” jelasnya.

Ia melanjutkan, setelah rekomendasi yang dibutuhkan turun semua, baru selanjutnya perubahan perda itu akan dibahas bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Namun, untuk melengkapi rekomendasi itu, menurutnya tidak mudah. “Tergantung dari yang memberikan rekomendasi. Sebab, pengajuan untuk RTRW ini bukan hanya di Probolinggo. Tetapi, di Kabupaten/Kota lain juga melakukan hal yang sama,” tuturnya.

Karena hal itu, pihaknya tidak berani untuk menargetkan perubahan perda itu secara cepat. Apalagi, belum lagi jika nanti dokumen yang diajukan ada ketidakcocokan. Sehingga kemudian membutuhkan perbaikan. “Kami tidak bisa berjanji kapan akan selesai. Sebab, itu tergantung dari pemberi rekomendasi nantinya,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai kendala yang membuat perubahan perda itu lama terselesaikan, Yuwono mengaku, adanya kebijakan satu peta itulah yang membuat lama. Sebab, yang daerah harus mencocokkan dengan peta nasional.

“Jadi penyusunan peta rencana atau peta dasar harus mencocokkan dengan BIG (Badan Informasi Geoparsial) yaitu mencocokkan dengan progran satu peta presiden. Sampai sekarang itu kendalanya,” ungkapnya. (sid/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Seniman Ludruk Probolinggo Cak Mukadi Tutup Usia  

Rencananya jenazah Cak Mukadi akan dimakamkan di TPU setempat, Selasa (24/11)

Masuk Tengah Kota, Truk Terguling di Depan Yon Zipur Probolinggo

Truk terjatuh di jalur terlarang untuk dilewati kendaraan besar seperti truk.

Bertahan di Tengah Pandemi, UMKM Harus Adaptasi dengan Digitalisasi

Sayangnya, masih ada pelaku UMKM yang asing dengan perkembangan teknologi

Tak Berizin, Satpol PP Turunkan Baliho Habib Rizieq di Bangil

Ada 3 baliho Habib Rizieq yang diturunkan di Bangil. Sementara di Pasrepan diturunkan sendiri oleh pemasang.

Rem Blong, Truk Tabrak Pagar-Pos Sekuriti di Sumbersuko Gempol  

Sopir truk selamat usai melompat sesaat sebelum terjadi tabrakan.