alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Tuesday, 27 October 2020

Pokmaswas Protes Pabrik Batu Bata Ringan, Ini Penyebabnya

MAYANGAN–Sebuah pabrik batu bata ringan di Mayangan, diprotes Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Mina Bubu.  Sebabnya, pabrik itu diduga ada di kawasan lindung.

Protes itu pun disampaikan Pokmaswas Mina Bubu ke DPRD Kota Probolinggo, Kamis (27/12).  Mereka ditemui Ketua DPRD Kota Probolinggo Agus Rudianto Ghaffur di ruang kerjanya.

Ketua Pokmaswas Mina Bubu Mastuki, 51, asal Kelurahan Sukabumi, Mayangan, wadul tentang PT Amak Firdaus Utomo (AFU) yang memproduksi batu bata ringan di Mayangan. Pasalnya, lokasi PT AFU masuk di kawasan lindung. Tepatnya lahan seluas 7 hektare di Jl Anggrek, dekat pantai. Kawasan itu merupakan kawasan mangrove yang saat ini ditempati oleh PT AFU.

Menurut Mastuki, kawasan lindung yang ditetapkan Pemkot tertuang dalam Perda Nomor 2/2010 tentang wilayah tata ruang Kota Probolinggo. Namun, saat ini dikawasan tersebut berdiri sebuah bangunan untuk memproduksi bata ringan.

“Bangunan itu berada di kawasan lindung yang mana sesuai dengan Perda, merupakan kawasan lindung. Jadi aneh jika ada bangunan di atasnya,” terangnya.

Anehnya lagi, menurutnya, informasi yang diperoleh IMB sudah terbit. Padahal, seharusnya IMB tidak bisa terbit jika tidak ada sertifikat.  “Infonya, IMB ini ada. Harusnya jika tidak memiliki sertifikat atau masuk kawasan lindung, IMB tidak bisa turun atau terbit,” bebernya.

Dia pun minta agar lahan yang ditempati PT AFU dikembalikan seperti sediakala. “Kami minta harus dibongkar dan dipindahkan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Probolinggo Agus Rudianto Ghaffur menegaskan akan melakukan koordinasi lanjutan secara internal lebih dulu. “Kami akan koordinasikan pada komisi yang membidanginya. Jika menyangkut beberapa komisi, akan dibahas bersama guna memecahkan masalah yang ada,” terangnya.

Terpisah Direktur PT AFU, A.A.A Rudiyanto mengungkapkan, sebelumnya masalah ini sudah pernah masuk DPRD. Bahkan, sudah digelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi gabungan. Persoalan itu pun sudah selesai. Sebab, PT AFU memiliki kelengkapan berkas yang dibutuhkan. Baik sertifikat tanah, temasuk izin industri.

“Yang mengeluarkan izin kan instansi. Mereka kan tidak begitu saja memberikan izin tanpa acuan perundangan yang berlaku. Kalau kemudian protes ke perusahaan, justru salah alamat. Mestinya ke dinas yang memberi izin. Kenapa dikeluarkan izinnya,” kata lelaki yang juga anggota DPRD Kota Probolinggo ini.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sitrin Suhartono saat dikonfirmasi koran menyebut, pihaknya akan mengecek detail masalah itu. “Saya cek dulu,  karena PT AFU itu sebelum saya dinas di perizinan,” singkatnya. (rpd/hn)

 

 

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Listrik Kerap Padam, 95 Persen Disebabkan Pohon

Kejadian listrik padam atau mati lampu kerap terjadi saat musim hujan.

Maulid Nabi, Buah Impor di Probolinggo Lebih Banyak Diburu

Memasuki Maulid Nabi Muhammad SAW., permintaan buah segar, khususnya buah impor di Kota Probolinggo, meningkat.

15 Desa di Kab Probolinggo Masih Buruh Kiriman Air

Sebagian wilayah di Kabupaten Probolinggo, telah diguyur hujan. Namun, hal ini tidak mempengaruhi ketersediaan sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di wilayah terdampak kekeringan.

Pantai Permata Mulai Ramai, Pengunjung Wajib Patuhi Prokes

Libur panjang karena cuti bersama dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW., diperkirakan akan meningkatkan jumlah pengunjung sejumlah destinasi wisata.

SDM Pelaku Wisata di Probolinggo Perlu Ditingkatkan

Potensi wisata di Kabupaten Probolinggo, cukup banyak. Namun, pengelolaannya perlu terus ditingkatkan. Baik secara fisik maupun dari segi SDM pengelola.