alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Duh, Tiga Desa di Kabupaten Pasuruan Terancam Tak Bisa Cairkan DD Karena Hal Ini

BANGIL – Pencairan Dana Desa 2018, terancam tak bisa 100 persen. Hal ini seiring dengan adanya tiga desa yang belum menyelesaikan persyaratan pencairan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan, Tri Agus Budiharto menguraikan, sejauh ini hampir semuanya desa telah memperoleh pencairan DD termin ketiga atau terakhir. Hanya ada tiga desa, yang hingga saat ini belum menyerahkan berkas pencairan dana dari pemerintah tersebut.

Hal ini, membuat desa-desa tersebut, terancam tak bisa mendapatkan DD untuk termin terakhir. Mengingat, batas pencairannya adalah akhir Desember 2018.

“Ada tiga desa yang belum cair, lantaran berkasnya belum selesai,” tukas Tri Agus.

Hanya saja, pihaknya tak merincikan detail desa-desa yang dimaksud. Namun, desa-desa yang terancam DD-nya tak cair itu, berada di wilayah Kecamatan Kraton, Pohjentrek dan Rejoso.

“Ada persoalan di desa-desa setempat. Sehingga, persyaratannya belum bisa diselesaikan,” ulasnya.

Bukan hanya DD, yang terancam tak bisa 100 persen. Karena untuk ADD pun sama. Saat ini, menyisakan satu desa yang belum cair.

“Untuk ADD, hampir semuanya rampung. Hanya satu desa yang belum,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah menyiapkan dana untuk desa-desa agar bergerak pembangunannya. Dana itu berupa ADD dan DD yang sumbernya dari APBD dan APBN.

Besarannya tidak sedikit. Pemerintah daerah, menyiapkan dana hingga Rp 146 miliar untuk ADD bagi 341 desa. Sementara pemerintah pusat, mengalokasikan Rp 301 miliar untuk seluruh desa di Kabupaten Pasuruan, yang jumlahnya 341 desa.

Hanya saja, proses pencairan dana tersebut, belum tuntas sepenuhnya. Bahkan tiga desa diantaranya, terancam tak bisa mendapatkan pencairan DD. (one/fun)

BANGIL – Pencairan Dana Desa 2018, terancam tak bisa 100 persen. Hal ini seiring dengan adanya tiga desa yang belum menyelesaikan persyaratan pencairan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan, Tri Agus Budiharto menguraikan, sejauh ini hampir semuanya desa telah memperoleh pencairan DD termin ketiga atau terakhir. Hanya ada tiga desa, yang hingga saat ini belum menyerahkan berkas pencairan dana dari pemerintah tersebut.

Hal ini, membuat desa-desa tersebut, terancam tak bisa mendapatkan DD untuk termin terakhir. Mengingat, batas pencairannya adalah akhir Desember 2018.

“Ada tiga desa yang belum cair, lantaran berkasnya belum selesai,” tukas Tri Agus.

Hanya saja, pihaknya tak merincikan detail desa-desa yang dimaksud. Namun, desa-desa yang terancam DD-nya tak cair itu, berada di wilayah Kecamatan Kraton, Pohjentrek dan Rejoso.

“Ada persoalan di desa-desa setempat. Sehingga, persyaratannya belum bisa diselesaikan,” ulasnya.

Bukan hanya DD, yang terancam tak bisa 100 persen. Karena untuk ADD pun sama. Saat ini, menyisakan satu desa yang belum cair.

“Untuk ADD, hampir semuanya rampung. Hanya satu desa yang belum,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah menyiapkan dana untuk desa-desa agar bergerak pembangunannya. Dana itu berupa ADD dan DD yang sumbernya dari APBD dan APBN.

Besarannya tidak sedikit. Pemerintah daerah, menyiapkan dana hingga Rp 146 miliar untuk ADD bagi 341 desa. Sementara pemerintah pusat, mengalokasikan Rp 301 miliar untuk seluruh desa di Kabupaten Pasuruan, yang jumlahnya 341 desa.

Hanya saja, proses pencairan dana tersebut, belum tuntas sepenuhnya. Bahkan tiga desa diantaranya, terancam tak bisa mendapatkan pencairan DD. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/