alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Korban Pembacokan Leces Ternyata Teman Ngaji dan Sekolah Pelaku

PAJARAKAN, Radar Bromo – Kepolisian menjerat Nanang Budianto dengan pasal 340 KUHP. Aksinya yang membacok Slamet Widodo, 25, warga Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, dinilai diduga termasuk pembunuhan berencana.

Hanya saja, Nanang Budianto mengaku, dirinya membacok Slamet Widodo adalah aksi spontan. Dia emosi karena melihat pelaku hendak menggagahi istrinya di ruang tamu rumahnya sebelum kejadian.

Pengakuan tersebut dilontarkan pelaku saat ia dirilis di Mapolres Probolinggo kemarin (27/11) sore. Menurutnya, ia sama sekali tidak berniat melakukan pembunuhan terhadap korban Slamet. “Saya tidak berniat membunuh. Saya saat itu sedang libur kerja. Jadi saya hendak mancing dan karena tidak ada teman di sungai, saya pulang,” ungkap pelaku Nanang Budianto.

Saat pulang itulah kemudian ia melihat istrinya dipeluk oleh Slamet Widodo di ruang tamu. Melihat hal itu, pelaku langsung emosi dan langsung membacok celurit yang dibawanya itu ke leher korban berkali-kali. “Pelaku sudah membuka baju dan memeluk istri saya. Melihat itu, diam-diam saya masuk dan langsung membacoknya. Tidak tahu berapa jumlah bacokan itu,” katanya.

Saat ia membacok korbannya, ia melihat sang istri lari. Namun, kemudian setelah korban tewas, istrinya kembali dan menangis. Olehnya, kemudian istrinya diminta agar tenang. Ia sendiri langsung menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

“Tapi, sebelum kejadian itu saya sudah memperingatkan korban. Saya mengatakan jangan ke rumah lagi dan tidak usah berteman dengan saya,” tandasnya.

Ia mengakui, jika korban adalah temannya sejak kecil. Bahkan, sekolah dan mengaji bersama. Tetapi, karena Slamet Widodo telah tega menodai istrinya, Nanang tidak peduli lagi dengan hal itu. Ia juga mengakui setelah membunuh korban, ia merasa sedih. “Jika ingat dia teman, sedih pastinya. Tetapi, kalau sudah memperkosa istri saya dan mengancamnya, ya mau bagaimana lagi,” tutur pelaku.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, pelaku melakukan pembunuhan itu karena benci dan dendam istrinya diperkosa tiga kali. Pertama berada di dapur dan kedua di ruang tamu. Hingga aksi pemerkosaan yang ketiga, diketahui sendiri oleh pelaku hingga berujung pada pembunuhan. “Modusnya karena jengkel istrinya diperkosa. Pelaku sendiri sudah memperingatkan agar tidak berhubungan lagi. Tetapi, korban masih melakukannya,” kata Eddwi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Slamet Widodo, 25, warga Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, dibunuh dengan cara dibacok oleh Nanang Budianto. Perkaranya, ia diduga memperkosa istri Nanang Budiarto hingga tiga kali. Terakhir, yaitu sebelum kejadian. Karena perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup. (sid/fun)

PAJARAKAN, Radar Bromo – Kepolisian menjerat Nanang Budianto dengan pasal 340 KUHP. Aksinya yang membacok Slamet Widodo, 25, warga Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, dinilai diduga termasuk pembunuhan berencana.

Hanya saja, Nanang Budianto mengaku, dirinya membacok Slamet Widodo adalah aksi spontan. Dia emosi karena melihat pelaku hendak menggagahi istrinya di ruang tamu rumahnya sebelum kejadian.

Pengakuan tersebut dilontarkan pelaku saat ia dirilis di Mapolres Probolinggo kemarin (27/11) sore. Menurutnya, ia sama sekali tidak berniat melakukan pembunuhan terhadap korban Slamet. “Saya tidak berniat membunuh. Saya saat itu sedang libur kerja. Jadi saya hendak mancing dan karena tidak ada teman di sungai, saya pulang,” ungkap pelaku Nanang Budianto.

Saat pulang itulah kemudian ia melihat istrinya dipeluk oleh Slamet Widodo di ruang tamu. Melihat hal itu, pelaku langsung emosi dan langsung membacok celurit yang dibawanya itu ke leher korban berkali-kali. “Pelaku sudah membuka baju dan memeluk istri saya. Melihat itu, diam-diam saya masuk dan langsung membacoknya. Tidak tahu berapa jumlah bacokan itu,” katanya.

Saat ia membacok korbannya, ia melihat sang istri lari. Namun, kemudian setelah korban tewas, istrinya kembali dan menangis. Olehnya, kemudian istrinya diminta agar tenang. Ia sendiri langsung menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

“Tapi, sebelum kejadian itu saya sudah memperingatkan korban. Saya mengatakan jangan ke rumah lagi dan tidak usah berteman dengan saya,” tandasnya.

Ia mengakui, jika korban adalah temannya sejak kecil. Bahkan, sekolah dan mengaji bersama. Tetapi, karena Slamet Widodo telah tega menodai istrinya, Nanang tidak peduli lagi dengan hal itu. Ia juga mengakui setelah membunuh korban, ia merasa sedih. “Jika ingat dia teman, sedih pastinya. Tetapi, kalau sudah memperkosa istri saya dan mengancamnya, ya mau bagaimana lagi,” tutur pelaku.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, pelaku melakukan pembunuhan itu karena benci dan dendam istrinya diperkosa tiga kali. Pertama berada di dapur dan kedua di ruang tamu. Hingga aksi pemerkosaan yang ketiga, diketahui sendiri oleh pelaku hingga berujung pada pembunuhan. “Modusnya karena jengkel istrinya diperkosa. Pelaku sendiri sudah memperingatkan agar tidak berhubungan lagi. Tetapi, korban masih melakukannya,” kata Eddwi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Slamet Widodo, 25, warga Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, dibunuh dengan cara dibacok oleh Nanang Budianto. Perkaranya, ia diduga memperkosa istri Nanang Budiarto hingga tiga kali. Terakhir, yaitu sebelum kejadian. Karena perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/