Ditinggal Anak-Istri, Warga Sukorejo Nekat Gantung Diri

SUKOREJO – Diduga tak kuat menahan tekanan batin, warga Dusun Jatitengah Kidul, Desa Mojotengah, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Syafi’i, 23, mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Sabtu (27/10), bapak seorang anak itu gantung diri setelah ditinggal istri dan anaknya.

Tubuh korban kali pertama ditemukan tergantung di kamarnya oleh orang tuanya, Durahman, 63, sekitar pukul 11.30 WIB. Syafi’i kendat menggunakan kain gorden yang diikatkan ke bagian atap rumah. Durahman yang mengetahui anaknya gantung diri, langsung meminta pertolongan warga. Dibantu warga, ia menurunkan jenazah korban. Anggota Polsek Sukorejo juga mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami datang bersama tim medis untuk memeriksa jenazah korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ini murni bunuh diri. Tidak ada tanda-tanda adanya kekerasan pada tubuh korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sukorejo, Aiptu Hariyanto.

Menurutnya, pihak keluarga enggan memperpanjang masalah kematian korban. Mereka juga membuat surat pernyataan penolakan jenazah korban untuk diotopsi. Namun, polisi menduga korban nekat bunuh diri karena depresi.

Hariyanto mengatakan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban mengalami permasalahan rumah tangga. Sekitar sepekan lalu istrinya membawa anaknya yang masih balita pulang ke rumah orang tuanya di Prigen. “Dugaan awal memang korban mengalami tekanan batin,” ujar Hariyanto. Selain itu, polisi juga menemukan pesan terakhir yang ada pada ponsel korban. “Intinya dia ingin menyampaikan pamit ke keluarganya,” lanjutnya. (tom/rud/rf)