alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Kelelahan, Bupati Irsyad Ambruk Saat Apel Tagana Nasional di Bromo

SUKAPURA, Radar Bromo – Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, tiba-tiba ambruk saat mengikuti Apel Tagana Nasional di Lautan Pasir, Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (28/09). Sempat dirawat tim medis Probolinggo di lokasi, Bupati Irsyad akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Dari informasi di lapangan, Gus Irsyad panggilannya, memang terlihat kurang fit saat mengikuti Apel Siaga Tagana Nasional di Lautan Pasir. Saat itu, Bupati hadir sebagai tamu VVIP bersama pejabat penting lainnya. Seperti Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari, dan sejumlah tamu dari Pemprov Jatim dan Kementrian Sosial (Kemensos).

Ahmad Khasani, Plt Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan mengatakan, Bupati Pasuruan diundang selain mengikuti apel, juga menerima penghargaan dari Kemensos. “Namun sekitar pukul 09.30, Bupati mengeluh perutnya sakit dan akhirnya mundur ke belakang,” terangnya.

Khasani mengatakan, Bupati tidak sampai pingsan. Hanya karena mengeluh sakit, akhirnya langsung dibawa ke tim medis di lokasi kegiatan.

Karena tidak bisa meneruskan apel, maka penghargaan untuk Bupati Pasuruan diwakili oleh Ahmad Khasani selaku Plt Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan.

Penghargaan yang diterima Bupati ada dua. Yaitu, penghargaan sebagai pembina tagana wilayah Kabupaten Pasuruan. Dan sebagai Pembina Tagana berprestasi 2019.

Hari Hijrah, Camat Tosari mengatakan, Bupati Irsyad sudah drop sebelum menerima penghargaaan dari Kemensos. “Setelah itu dibawa dengan Ambulans Probolinggo, juga dikoordinasikan dengan dokter yang merawat Bupati, terkait riwayat kesehatan untuk dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

Sementara itu dr Hariawan Dwi Tamtomo, Direktur RSUD Tongas yang ada di lokasi mengatakan, kondisi Bupati Irsyad saat dirawat tim medis di Bromo masih siuman. “Jadi kondisi sudah drop saat di panggung dan dibawa pakai tandu menuju ke Ambulans VVIP,” terangnya.

Dari pemeriksaan awal, Bupati Irsyad mengalami beberapa gejala. Yaitu, sesak nafas, mual dan badan lemas.

Menurutnya, gejala ini bisa dipicu oleh kondisi pasien yang kelelahan. Ditambah cuaca ekstrem di Bromo. Misalnya, terlalu dingan atau terlalu panas.

“Kondisinya sempat drop, bahkan mencapai tekanan darah 70, padahal idealnya normal 110. Namun dengan alat medis di ambulans, akhirnya normal kembali. Dan kami melihat kondisi memungkinkan dibawa ke RSSA Malang,” terangnya.

Dilanjutkan dr Hariawan, karena kondisinya itu, tim medis merujuk Bupati Irsyad ke rumah sakit terbaik di Jawa Timur. “Karena gejala awal yang ditunjukkan, kami langsung membawa ke RS terbaik. Pilihannya kalau tidak di RSSA Malang, ya ke dr Soetomo, Surabaya. Karena posisi di Bromo, jadi pilihan ke RSSA Malang agar langsung mendapat penanganan terbaik,” terangnya. (eka/hn)

SUKAPURA, Radar Bromo – Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, tiba-tiba ambruk saat mengikuti Apel Tagana Nasional di Lautan Pasir, Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (28/09). Sempat dirawat tim medis Probolinggo di lokasi, Bupati Irsyad akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Dari informasi di lapangan, Gus Irsyad panggilannya, memang terlihat kurang fit saat mengikuti Apel Siaga Tagana Nasional di Lautan Pasir. Saat itu, Bupati hadir sebagai tamu VVIP bersama pejabat penting lainnya. Seperti Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari, dan sejumlah tamu dari Pemprov Jatim dan Kementrian Sosial (Kemensos).

Ahmad Khasani, Plt Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan mengatakan, Bupati Pasuruan diundang selain mengikuti apel, juga menerima penghargaan dari Kemensos. “Namun sekitar pukul 09.30, Bupati mengeluh perutnya sakit dan akhirnya mundur ke belakang,” terangnya.

Khasani mengatakan, Bupati tidak sampai pingsan. Hanya karena mengeluh sakit, akhirnya langsung dibawa ke tim medis di lokasi kegiatan.

Karena tidak bisa meneruskan apel, maka penghargaan untuk Bupati Pasuruan diwakili oleh Ahmad Khasani selaku Plt Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan.

Penghargaan yang diterima Bupati ada dua. Yaitu, penghargaan sebagai pembina tagana wilayah Kabupaten Pasuruan. Dan sebagai Pembina Tagana berprestasi 2019.

Hari Hijrah, Camat Tosari mengatakan, Bupati Irsyad sudah drop sebelum menerima penghargaaan dari Kemensos. “Setelah itu dibawa dengan Ambulans Probolinggo, juga dikoordinasikan dengan dokter yang merawat Bupati, terkait riwayat kesehatan untuk dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

Sementara itu dr Hariawan Dwi Tamtomo, Direktur RSUD Tongas yang ada di lokasi mengatakan, kondisi Bupati Irsyad saat dirawat tim medis di Bromo masih siuman. “Jadi kondisi sudah drop saat di panggung dan dibawa pakai tandu menuju ke Ambulans VVIP,” terangnya.

Dari pemeriksaan awal, Bupati Irsyad mengalami beberapa gejala. Yaitu, sesak nafas, mual dan badan lemas.

Menurutnya, gejala ini bisa dipicu oleh kondisi pasien yang kelelahan. Ditambah cuaca ekstrem di Bromo. Misalnya, terlalu dingan atau terlalu panas.

“Kondisinya sempat drop, bahkan mencapai tekanan darah 70, padahal idealnya normal 110. Namun dengan alat medis di ambulans, akhirnya normal kembali. Dan kami melihat kondisi memungkinkan dibawa ke RSSA Malang,” terangnya.

Dilanjutkan dr Hariawan, karena kondisinya itu, tim medis merujuk Bupati Irsyad ke rumah sakit terbaik di Jawa Timur. “Karena gejala awal yang ditunjukkan, kami langsung membawa ke RS terbaik. Pilihannya kalau tidak di RSSA Malang, ya ke dr Soetomo, Surabaya. Karena posisi di Bromo, jadi pilihan ke RSSA Malang agar langsung mendapat penanganan terbaik,” terangnya. (eka/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/