alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

AMM Probolinggo Minta Kapolda Sulawesi Dicopot

MAYANGAN, Radar Bromo – Solidaritas terhadap mahasiswa yang jadi korban dalam gelombang unjuk rasa memprotes pembahasan dan pengesahan sejumlah RUU oleh DPR RI, terus disuarakan. Jumat (27/9) malam, puluhan anggota Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Probolinggo menggelar aksi damai di depan Mapolres Probolinggo Kota.

Aksi berlangsung 50 menit, terhitung mulai pukul 19.00. Mereka mereaksi atas meninggalnya kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Randy dari Universitas Halu Oleo, Kamis (26/9). Randy meninggal karena luka tembak saat ikut unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Peserta aksi disambut baik oleh Kapolresta AKBP Ambaryadi Wijaya dan Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo di depan Mapolresta. Dalam aksinya, AMM menyanyikan lagi Indonesia Raya, IMM Jaya, juga menggelar aksi teaterikal. Aksi teaterikal dilakukan Muh Abduh dari Pemuda Muhammadiyah.

Mereka juga salat Gaib bersama dengan dipimpin Ust Abror, kader IMM. Selain seluruh pemuda AMM, Kapolresta dan Dandim turut serta salat Gaib.

Fendik, dalam orasinya menegaskan, ada empat poin penting yang mereka sampaikan. Pertama, mengutuk keras aparat yang melakukan tindakan preventif terhadap seluruh mahasiswa dan masyarakat yang melakukan aksi untuk menyampaikan aspirasinya.

Kedua, meminta kepolisian mengusut tuntas pelaku kekerasan dan penembakan dalam waktu 2×24 jam. “Terhitung mulai Jumat (27/9) pukul 19.00. Jika tidak mampu, maka Kapolri harus turun tangan sebagai bentuk tanggung jawab,” bebernya.

Ketiga, meminta Kapolri mencopot jabatan Kapolda Sulawesi Tenggara karena dinilai lalai menjalankan tugas sebagai pihak keamanan. “Serta, memberikan sanksi kepada pihak kepolisian yang telah melakukan tindakan anarkis terhadap mahasiswa aksi dengan seberat-beratnya,” imbuhnya.

Terakhir, meminta Kapolresta menyampaikan aspirasi mereka pada Kapolri. Jika tidak, maka akan ada aksi lanjutan dengan massa yang lebih banyak.

“Kami meminta agar aspirasi ini diteruskan pada Polri. Apabila tuntutan kami tidak diperhatikan, maka kami akan mengadakan aksi lanjutan dengan massa yang lebih banyak,” katanya.

Kapolresta Probolinggo AKBP Ambaryadi Wijaya menegaskan, aspirasi AMM akan diteruskan kepada pimpinan Polri. Ia juga berterima kasih atas aksi yang dilakukan dengan damai.

“Terima kasih telah melakukan aksi dengan damai. Dan saya turut berduka cita atas meninggalnya kader IMM. Kemudian pesan ini akan kami sampaikan ke Polda Jatim agar diteruskan ke pimpinan,” bebernya.

Hal serupa diungkapkan Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo. Selain ucapan terima kasih dan bela sungkawa, ia berpesan agar menjaga kondusivitas kewilayahan.

“Yang buruk biarlah di sana. Di Kota Probolinggo ini kondisinya sudah baik. Maka, jangan sampai apa yang terjadi di sana (Kendari) dibawa ke Kota Probolinggo, sehingga merusak kondusivitas kewilayahan,” tegasnya.

Ia berharap, mereka yang ikut aksi damai merupakan kalangan terpilih dan terpelajar. “Mari kita buktikan bahwa dengan kecerdasan yang ada, kita mampu menjaga Kota Probolinggo tetap aman dan kondusif,” jelasnya. (rpd/hn)

MAYANGAN, Radar Bromo – Solidaritas terhadap mahasiswa yang jadi korban dalam gelombang unjuk rasa memprotes pembahasan dan pengesahan sejumlah RUU oleh DPR RI, terus disuarakan. Jumat (27/9) malam, puluhan anggota Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Probolinggo menggelar aksi damai di depan Mapolres Probolinggo Kota.

Aksi berlangsung 50 menit, terhitung mulai pukul 19.00. Mereka mereaksi atas meninggalnya kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Randy dari Universitas Halu Oleo, Kamis (26/9). Randy meninggal karena luka tembak saat ikut unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Peserta aksi disambut baik oleh Kapolresta AKBP Ambaryadi Wijaya dan Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo di depan Mapolresta. Dalam aksinya, AMM menyanyikan lagi Indonesia Raya, IMM Jaya, juga menggelar aksi teaterikal. Aksi teaterikal dilakukan Muh Abduh dari Pemuda Muhammadiyah.

Mereka juga salat Gaib bersama dengan dipimpin Ust Abror, kader IMM. Selain seluruh pemuda AMM, Kapolresta dan Dandim turut serta salat Gaib.

Fendik, dalam orasinya menegaskan, ada empat poin penting yang mereka sampaikan. Pertama, mengutuk keras aparat yang melakukan tindakan preventif terhadap seluruh mahasiswa dan masyarakat yang melakukan aksi untuk menyampaikan aspirasinya.

Kedua, meminta kepolisian mengusut tuntas pelaku kekerasan dan penembakan dalam waktu 2×24 jam. “Terhitung mulai Jumat (27/9) pukul 19.00. Jika tidak mampu, maka Kapolri harus turun tangan sebagai bentuk tanggung jawab,” bebernya.

Ketiga, meminta Kapolri mencopot jabatan Kapolda Sulawesi Tenggara karena dinilai lalai menjalankan tugas sebagai pihak keamanan. “Serta, memberikan sanksi kepada pihak kepolisian yang telah melakukan tindakan anarkis terhadap mahasiswa aksi dengan seberat-beratnya,” imbuhnya.

Terakhir, meminta Kapolresta menyampaikan aspirasi mereka pada Kapolri. Jika tidak, maka akan ada aksi lanjutan dengan massa yang lebih banyak.

“Kami meminta agar aspirasi ini diteruskan pada Polri. Apabila tuntutan kami tidak diperhatikan, maka kami akan mengadakan aksi lanjutan dengan massa yang lebih banyak,” katanya.

Kapolresta Probolinggo AKBP Ambaryadi Wijaya menegaskan, aspirasi AMM akan diteruskan kepada pimpinan Polri. Ia juga berterima kasih atas aksi yang dilakukan dengan damai.

“Terima kasih telah melakukan aksi dengan damai. Dan saya turut berduka cita atas meninggalnya kader IMM. Kemudian pesan ini akan kami sampaikan ke Polda Jatim agar diteruskan ke pimpinan,” bebernya.

Hal serupa diungkapkan Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo. Selain ucapan terima kasih dan bela sungkawa, ia berpesan agar menjaga kondusivitas kewilayahan.

“Yang buruk biarlah di sana. Di Kota Probolinggo ini kondisinya sudah baik. Maka, jangan sampai apa yang terjadi di sana (Kendari) dibawa ke Kota Probolinggo, sehingga merusak kondusivitas kewilayahan,” tegasnya.

Ia berharap, mereka yang ikut aksi damai merupakan kalangan terpilih dan terpelajar. “Mari kita buktikan bahwa dengan kecerdasan yang ada, kita mampu menjaga Kota Probolinggo tetap aman dan kondusif,” jelasnya. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/