15 Staf Positif, Tapi Dispendukcapil Tetap Beri Layanan Terbatas

TETAP LAYANI: Petugas Dispendukcapil memberikan pelayanan di depan gedung Dispendukcapil. Meski belasan pegawai terpapar, mereka membuka layanan lantaran masih banyak masyarakat yang membutuhkan. (Foto: Dispendukcapil for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Jumlah pegawai di Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan yang terpapar Covid-19 bertambah. Hingga Kamis (27/8), ada 15 pegawai yang harus menjalani isolasi lantaran dinyatakan positif Covid-19.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Syaifudin Ahmad. Menurut dia, sebelumnya sudah ada dua pegawai di Dispendukcapil yang terpapar Covid-19.

Mereka menjalani isolasi di RSUD Bangil. Setelah itu, tim gugus tugas melakukan tracing. Mereka melakukan uji rapid dan swab terhadap pegawai-pegawai lain yang ada di Dispendukcapil.

Hasilnya, ada 13 orang lain yang terpapar Covid-19. “Dari 73 orang pegawai, ada 15 yang terpapar Covid-19,” sampainya.

Sebagian besar dari mereka menjalani pemulihan di SKB Pandaan. Karena rata-rata mereka merupakan asimtomatik (dulu OTG, Red) . “Hanya tiga orang yang menjalani masa isolasi di RSUD Bangil,” tutur dia.

Meski begitu, Dispendukcapil berusaha untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebab, banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan adminduk. Hanya memang, layanan yang diberikan terbatas. Pembatasan ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan.

“Kami juga tengah melakukan sterilisasi di ruangan. Jadi, pelayanan yang kami berikan memang terbatas,” jelas Kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan Yudha Tri Widya Sasongko.

Layanan tersebut mulai dibuka kemarin (27/8). Layanan diberikan di luar gedung Dispendukcapil. Pengajuan layanan yang bisa ditampung, juga terbatas. Hanya sebatas legalisasi serta aktivasi NIK secara online.

“Kami tidak bisa layani semua pengurusan adminduk. Karena petugas juga terbatas. Tapi, kami upayakan Senin mulai bisa melayani permohonan adminduk yang lain, meski sebatas online,” urainya. (one/hn/fun)