Jadi DPO Kasus Penipuan, Debt Collector asal Kota Pasuruan Diamankan di Halte

PANDAAN, Radar Bromo – Sekitar tujuh bulan lamanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polsek Pandaan, Muhammad Fausen, 39, akhirnya berhasil diamankan polisi. Lelaki asal Jalan Erlangga Selatan, Kelurahan/Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan itu diamankan lantaran tersandung kasus penipuan dan penggelapan sebuah motor Honda Beat.

TERSANGKA: Muhammad Fausen yang kini sudah mendekam di sel Mapolsek Pandaan. (Foto: Istimewa)

Pelaku yang bekerja menjadi juru tagih atau debt collector ini, diamankan petugas saat berada di halte bus. Pada Senin sore (26/8). Dia pun kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Pandaan.

Informasinya, aksi penipuan itu terjadi di awal tahun ini. Adapun korbannya adalah Anton Prayitno, 28, warga Desa Tangkilan Lor, Kecamatan Padangan, Kabupaten Kediri. Selama ini bekerja dan ngekost di Pandaan.

“Pelakunya berhasil kami tangkap saat sedang santai di halte bus dekat stasiun Bangil. Sekarang dijebloskan ke sel tahanan polsek, sekaligus proses penyidikan lebih lanjut,” kata Kanitreskrim Polsek Pandaan Ipda Budi Luhur.

Motor milik korban oleh pelaku, kata Budi Luhur, ternyata sudah laku terjual ke orang lain tak dikenal. Transaksinya via online dan dibeli dengan harga murah. Kemudian uang hasil tindak kejahatannya atau penjualan motor Honda Beat telah habis dan digunakan untuk keperluan sehari-hari.

“Pelaku sehari sebelumnya datangi tempat kost korban. Keesokannya baru disita saat berada di Taman Dayu, Pandaan. Modusnya telat bayar angsuran. Ternyata malah dijual ke orang lain,” bebernya.

Atas perbuatannya dalam kasus ini, pelaku dijerat dengan pasal 378 dan atau 372 KUHP. Ancaman psal ini maksimal empat tahun penjara. (zal/fun)