Butuh Tambahan Duit, Jukir asal Trajeng Malah Masuk Sel

PASURUAN, Radar Bromo – Abdul Aziz sama sekali tak mengira gerak-geriknya dipantau polisi, pada Jumat (26/7). Malam itu, pemuda 21 tahun ini tetap santai menunggu langganannya. Tak lama kemudian, polisi menyergapnya.

Bukan penghasilan tambahan yang didapat, seorang juru parkir (jukir) ini justru harus meringkuk di balik jeruji besi. Ia disangka hendak menyerahkan sabu pesanan.

Warga Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, itu lantas digeledah. Polisi menemukan sebuah paket sabu seberat 0,35 gram. Di ponselnya juga terdapat percakapan pesan dengan seorang yang disinyalir hendak membeli barang haram.

Sedianya, Aziz memang menunggu pelanggannya di sekitaran Jalan Cemara, Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Namun, belum sempat bertransaksi, ia kerburu disergap anggota Polres Pasuruan Kota. “Upaya paksa penangkapan terhadap pelaku yang merupakan kurir sabu ini kami lakukan berdasarkan hasil lidik selama ini,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan Kota, AKP Imam Yuwono.

Aziz pun mengakui perbuatannya. Ia berdalih butuh penghasilan tambahan. Sebab, buah keringatnya menjadi jukir masih kurang. Kini, Aziz ditahan di sel Mapolres Pasuruan Kota. Polisi menjeratnya dengan pasal 114 atau 112 UU Nomor 35/2009 tentang narkotika. “Kasus ini masih dalam pengembangan. Kami akan telusuri dari mana tersangka mendapat barang itu,” ujar Imam. (tom/rud)