Pasien Covid-19 yang Sempat Kabur Akhirnya Serahkan Diri

TIRIS, Radar Bromo–Pasien positif Covid-19 asal Tlogosari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo yang kabur dari tempat karantina, akhirnya menyerahkan diri. Yang bersangkutan pulang karena tidak berhasil berangkat ke Bali.

Begitu pulang, warga Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, itu berkenan dikarantina. Kamis (28/5) pukul 00.30, petugas pun mengantarnya ke rumah pengawasan khusus untuk karantina pasien positif Covid-19.

Camat Tiris Imron Rosyadi mengatakan, yang bersangkutan sebelumnya kabur ke Bali. Karena tidak bisa masuk ke Bali, dia lantas pulang. Pasien itu lantas bersedia dikarantina. “Sudah ketemu. Dia datang sendiri dan meminta diantar untuk dikarantina,” katanya.

Saat itu, menurut Imron, pihaknya mendapat laporan dari perangkat desa bahwa  pasien positif yang kabur, sudah pulang. Gugus tugas lantas mendatangi lokasi dan mengantarkannya ke Rumah Pengawasan. Tidak ada perlawanan ketika itu. Keluarga beserta istrinya, ikhlas pasien tersebut karantina demi keselamatan bersama.

“Tidak melawan. Karena yang bersangkutan sudah mau, jadi lancar. Kami tiba di rumah pengawasan sekitar pukul 02.00,” ujar Imron.

Baca Juga: Pasien Positif Korona asal Tlogosari Tiris Kabur

Sebelum dinyatakan positif, pasien itu menurut Imron, bersilaturahmi dengan sanak keluarga beserta para tetangganya saat Lebaran. Karena itu, keluarga dan tetangga akan di-rapid test.

“Iya benar. Memang bersilaturahmi. Karena itu, dalam waktu dekat untuk upaya pencegahan penularan akan kami rapid test,” tandasnya.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr. Anang Budi Yoelijanto menjelaskan, pihaknya tidak bisa memberi sanksi pada pasien yang kabur dari karantina. Yang penting, pasien sudah menyadari kesalahannya dan mau mengikuti protokol kesehatan.

“Kebijakan satgas, setiap ada yang reaktif apalagi confirmed, supaya diisolasi di rumah sehat yang disediakan satgas. Tujuannya, supaya kesehatannya segera pulih dan tidak menjadi sumber penularan, ” katanya.

Karena itu, tidak ada sanksi bagi pasien yang kabur. “Dia kan bukan kriminal, hanya warga desa. Siapa sih yang mau sakit. Yang penting dia mau dikarantina,” terangnya. (sid/hn)