alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Razia, Satpol PP Kembali Temukan Panti Pijat yang Buka saat Ramadan

PURWODADI – Setelah Kecamatan Gempol, Satpol PP kembali menemukan panti pijat yang masih buka saat bulan Ramadan. Itu setelah aparat penegak perda menggelar razia, kemarin (27/5) di Kecamatan Purwosari dan Purwodadi.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo yang ikut serta dalam razia tersebut, razia kemarin ada empat lokasi yang didatangi. Tiga panti pijat ada di Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, dan satu lagi di Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari.

“Empat panti pijat kami razia, dua posisinya buka dan dua lainnya tutup. Sesampainya di lokasi, petugas masuk ke dalam sekaligus memeriksanya. Ternyata nihil pelanggan yang pijat didalam,” jelas kasi tibum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan Didik Febriyanto.

Selain memeriksa tiap-tiap lokasi panti pijat, hingga kedalam, petugas juga menemui penjaga atau pemiliknya. Nah, saat itulah Satpol PP menilai, panti pijat itu sejatinya sedang standby. Seketika itupula pemilik diberikan pengarahan dan pembinaan.

Saat petugas datang melakukan razia, para pekerja atau pemilik panti pinjat yang berada di tempat sempat kaget. Namun semuanya kooperatif, dan tidak mempersulit ataupun melakukan perlawanan.

“Setelah dirazia, semua panti pijatnya kami minta tutup. Apalagi saat ini Ramadan, dan hanya diberikan sanksi teguran saja,” ungkapnya. (zal/fun)

PURWODADI – Setelah Kecamatan Gempol, Satpol PP kembali menemukan panti pijat yang masih buka saat bulan Ramadan. Itu setelah aparat penegak perda menggelar razia, kemarin (27/5) di Kecamatan Purwosari dan Purwodadi.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo yang ikut serta dalam razia tersebut, razia kemarin ada empat lokasi yang didatangi. Tiga panti pijat ada di Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, dan satu lagi di Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari.

“Empat panti pijat kami razia, dua posisinya buka dan dua lainnya tutup. Sesampainya di lokasi, petugas masuk ke dalam sekaligus memeriksanya. Ternyata nihil pelanggan yang pijat didalam,” jelas kasi tibum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan Didik Febriyanto.

Selain memeriksa tiap-tiap lokasi panti pijat, hingga kedalam, petugas juga menemui penjaga atau pemiliknya. Nah, saat itulah Satpol PP menilai, panti pijat itu sejatinya sedang standby. Seketika itupula pemilik diberikan pengarahan dan pembinaan.

Saat petugas datang melakukan razia, para pekerja atau pemilik panti pinjat yang berada di tempat sempat kaget. Namun semuanya kooperatif, dan tidak mempersulit ataupun melakukan perlawanan.

“Setelah dirazia, semua panti pijatnya kami minta tutup. Apalagi saat ini Ramadan, dan hanya diberikan sanksi teguran saja,” ungkapnya. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/