alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Ada Warga yang Belum Ambil BLT karena Belum Divaksin

PASURUAN, Radar Bromo – Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng di Kabupaten Pasuruan hampir tuntas 100 persen. Hanya tersisa sekitar 2,31 persen yang belum tersalur.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan Suwito Adi mengatakan, total penerima BLT minyak goreng di Kabupaten Pasuruan mencapai 128.491 keluarga. Jumlah itu juga merupakan angka penerima bantuan sembako.

”Jadi, yang mendapatkan BLT minyak goreng ini adalah mereka yang menerima program bantuan sembako,” katanya.

Suwito menjelaskan, sejauh ini, penyaluran BLT dilakukan melalui PT Pos langsung kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di desa-desa. Dalam penyaluran, pemerintah daerah juga melakukan giat vaksinasi. Para penerima divaksin untuk memberikan tambahan imunitas.

”Saya ingatkan (vaksin) itu bukan syarat. Hanya program yang dijalankan bersamaan dengan penyaluran bantuan,” jelasnya.

Namun, di masyarakat, banyak yang salah paham. Ada yang mengira untuk mendapatkan BLT tersebut harus divaksin dulu. Karena itu, ada sekitar 2,31 persen penerima yang tidak mengambil BLT. Tetapi, itu bukan semuanya.

”Yang tidak mengambil itu adalah mereka yang takut vaksin. Juga karena meninggal dan sudah pindah domisili,” terangnya. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng di Kabupaten Pasuruan hampir tuntas 100 persen. Hanya tersisa sekitar 2,31 persen yang belum tersalur.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan Suwito Adi mengatakan, total penerima BLT minyak goreng di Kabupaten Pasuruan mencapai 128.491 keluarga. Jumlah itu juga merupakan angka penerima bantuan sembako.

”Jadi, yang mendapatkan BLT minyak goreng ini adalah mereka yang menerima program bantuan sembako,” katanya.

Suwito menjelaskan, sejauh ini, penyaluran BLT dilakukan melalui PT Pos langsung kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di desa-desa. Dalam penyaluran, pemerintah daerah juga melakukan giat vaksinasi. Para penerima divaksin untuk memberikan tambahan imunitas.

”Saya ingatkan (vaksin) itu bukan syarat. Hanya program yang dijalankan bersamaan dengan penyaluran bantuan,” jelasnya.

Namun, di masyarakat, banyak yang salah paham. Ada yang mengira untuk mendapatkan BLT tersebut harus divaksin dulu. Karena itu, ada sekitar 2,31 persen penerima yang tidak mengambil BLT. Tetapi, itu bukan semuanya.

”Yang tidak mengambil itu adalah mereka yang takut vaksin. Juga karena meninggal dan sudah pindah domisili,” terangnya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/