alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Wednesday, 2 December 2020

Keluarga Santri yang Sempat Disebut Kabur Protes, Pagi Harinya Sudah Diisolasi

GENDING, Radar Bromo – Tim Satgas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Minggu (26/4) malam mendatangi rumah warga di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending. Mereka menjemput paksa MR, santri yang baru pulang dari ponpes yang masuk klaster baru penyebaran Covid-19 di Temboro, Kabupaten Magetan.

Upaya jemput paksa itu sempat mendapat protes dari kerabat MR. Adalah Rtn, kerabat MR yang protes tersebut. Rtn menyebut, sejatinya MR dan keluarganya, bukan tidak kooperatif.

Menurut Rtn, MR yang merupakan adiknya sudah di-rapid test dan hasilnya memang reaktif. Namun Rtn menyebut, belum tentu positif virus Covid-19 karena yang akurat adalah tes swab yang hanya bisa dilakukan di Surabaya dan Jakarta. Nah, alasan inilah yang membuat pihak keluarga, ingin mengetahui lebih pasti apakah MR positif Covid-19 atau tidak. Sehingga keluarga menginginkan MR dikarantina di rumah.

Namun, Rtn yang mengeluhkan uneg-unegnya di sosial media tersebut menyebut, Satgas di Kabupaten Probolinggo tidak mengizinkan. Alasan itu pula yang membuat keluarga mengambil langkah test swab mandiri. Langkah ini sudah disampaikan, namun keluarga tetap ingin tes swab yang rencananya dilakukan Senin kemarin.

Alhasil, pihak keluarga menyayangkan upaya Satgas yang masuk secara paksa ke dalam rumah yang waktu itu tengah kosong. “Jika adik saya (MR, Red) memang positif (Covid-19), kami keluarga tidak akan melarang siapapun membawa adik saya. Malah akan kami antarkan itu sudah niat kami dari awal,” tulis Rtn.

Setelah ditunggu semalam oleh tim Satgas gabungan TNI/Polri, pagi kemarin akhirnya MR diantarkan keluarganya ke rumah pengawasan di Gending. Kemudian, petugas Satgas pun langsung memindahkan MR ke rumah pengawasan di Tongas.

“Tadi (Senin, red) pagi jam 06.00 telah diantar keluarganya ke Hotel di Gending. Rencana nanti (Senin) siang agar digeser ke rumah pengawasan di Tongas oleh Tim Nakes,” kata Juru Bicara Satgas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Boedi Yoelijanto.

MR yang merupakan santri klaster Temboro, Magetan dan baru tiba di Kabupaten Probolinggo, sudah dilakukan rapid test. Hasilnya memang reaktif. Hasil kedua rapid test itu, membuat petugas untuk mengisolasi MR. Sebagai upaya antisipasi penyebaran saat hasil tes swab santri MR terkonfirmasi positif.

”Sekarang kami akan lakukan tes swab pada santri klaster Temboro itu. Sambil menunggu hasil tes swab turun, yang bersangkutan harus dikarantina di rumah pengawasan,” terangnya.

Disinggung soal keluarga santri MR? Anang mengatakan, keluarga dari MR tidak dilakukan isolasi di rumah pengawasan. Namun, mereka wajib laksanakan karantina mandiri di rumahnya. Selain itu, mereka harus lakukan rapid test untuk memastikan tidak ada indikasi terpapar virus korona.

”Kalau hasil rapid test ternyata reaktif juga, maka harus jalani isolasi di rumah pengawasan,” ujarnya.

Sementara itu, kepala desa (kades) Curahsawo Akbar belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon tak kunjung diangkat. Pesan singkat WhatsApp pun tak dijawab. (mas/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Bank Indonesia Gulirkan Beasiswa Satu Juta Tiap Bulan

Masing-masing mahasiswa itu akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp 1 juta tiap bulan selama setahun mulai Januari 2021.

Petani Resah Lagi Pupuk Subsidi Langka di Pasaran

Petani di Kabupaten Probolinggo kembali diresahkan dengan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.

Terima 68 Pengajuan Pelimpahan Haji Ahli Waris di Kab Pasuruan

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan terus menerima pengajuan pelimpahan porsi haji kepada ahli waris.

DLH Sudah Laporkan Tumpahan Batu Bara di Perairan Sekitar PLTU Paiton

DLH sudah melaporkan kejadian itu kepada kementerian LHK pada tahun 2018.

Mau ke Blitar, Ambulans Muat Jenazah Terbakar di Tol Gempan

Keluarga yang mengendarai di belakang ambulans sempat melihat, ambulans mengeluarkan percikan api dari knalpot. Seketika itu ambuilans berhenti