Akhirnya Pilih Gedung Gradika untuk Dijadikan Rumah Singgah

SUDAH DISIAKAN: Papan yang terpasang di pintu masuk pendapa Surga-Surgi di Kota Pasuruan. Di dalam pendapa ada gedung Gradika yang akhirnya dipilih untuk jadi rumah singgah bagi para pemudik. (Foto M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan akhirnya memutuskan satu dari tiga opsi lokasi rumah singgah untuk mengisolasi pemudik di tengah pandemi Covid-19 atau virus korona. Gedung Gradika di Jalan Panglima Sudirman telah disiapkan untuk dijadikan rumah singgah.

Senin (27/4), berbagai persiapan telah dilakukan di gedung yang berada di kompleks rumah dinas Wali Kota Pasuruan tersebut. Sejumlah fasilitas seperti field bed telah disediakan. Termasuk juga peralatan medis.

Kompleks tersebut juga sudah mulai dijaga petugas dari TNI, Polri, dan Satpol PP. Tak sembarang orang diperbolehkan masuk ke kompleks tersebut. Pintu gerbang tertutup dengan penjagaan ketat.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan dr Shierly Marlena mengatakan, pihaknya memang menyiapkan Gedung Gradika sebagai rumah singgah. “Iya, disiapkan (untuk karantina),” ungkap dia.

Keberadaan rumah singgah itu juga sebagai tindak lanjut dari pengawasan di beberapa check point, serta posko di tingkat kecamatan hingga kelurahan. Sehingga, nantinya para pemudik yang datang akan dikarantina selama 14 hari untuk memudahkan pemantauan kondisi kesehatannya.

Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan Dedy Tjahjo Poernomo mengaku sepakat jika pemkot memanfaatkan Gedung Gradika sebagai rumah singgah. Sebab, gedung tersebut lebih layak untuk dijadikan tempat karantina dibandingkan eks Mal Poncol ataupun GOR Untung Suropati yang diwacanakan sebelumnya.

“Dengan kapasitas sekitar 80 orang, Gedung Gradika akan lebih menjamin privasi masyarakat yang dikarantina. Fasilitas untuk menunjang kebutuhan di sana juga lebih lengkap,” ujarnya. (tom/fun)