Ratusan Warga di Kota Pasuruan Diamankan karena Ngeyel Berkerumun

PASURUAN, Radar Bromo – Di tengah merebaknya Covid-19, ternyata masih banyak warga yang berkerumun. Alhasil, di Kota Pasuruan, ratusan warga diamankan petugas gabungan, Kamis (26/3) malam.

Upaya itu dilakukan lantaran warga dinilai tidak menghiraukan sosialiasi dan peringatan yang sudah disampaikan. Petugas gabungan TNI, Polri, dan Pemkot Pasuruan yang melakukan patroli di sejumlah warung kopi, rumah makan, dan kafe.

Selama patroli berlangsung, petugas mendapati ratusan warga yang sebagian besar muda-mudi dan usia pelajar. Selain anak nongkrong, puluhan driver ojek online juga masih banyak yang berkerumun.

Sebagian besar warga kemudian dibawa ke Mapolres Pasuruan Kota menggunakan mobil patroli. Meski begitu, mereka tak ditahan. Petugas hanya mendata nama dan alamat warga yang terjaring. Usai didata warga diperbolehkan pulang.

DIPERINGATI: Mereka yang diamankan hanya diperingati dan diminta untuk tak mengulangi. (Foto Polres Pasuruan Kota for Radar Bromo)

 

Petugas juga mewanti-wanti warga untuk tidak lagi berkerumun di luar rumah. Hal itu demi mencegah penyebaran Covid-19. Namun, jika warga yang terjaring itu kembali kedapatan berkerumun, maka polisi akan mengambil langkah tegas.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander menegaskan, warga yang ngeyel dan tetap berkerumun di luar rumah bisa dijerat UU Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara dan denda 100 juta.

“Atas nama undang-undang kami membawa mereka ke Mapolres. Mereka didata dan diminta menandatangani pernyataan tidak keluyuran lagi,” kata Dony.

Ia menambahkan, petugas gabungan akan terus melakukan patroli secara rutin. Jika nantinya masih ada warga yang berkerumun, pihaknya tak segan mengambil langkah tegas. Yakni, dengan melakukan upaya hukum sesuai dengan aturan yang ada.

“Setelah ini kami akan mengambil tindakan tegas,” tandasnya. (tom/fun)