alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Wednesday, 2 December 2020

Tiga Kecamatan di Kab Probolinggo Kembali Terendam Banjir, Tanggul Jebol

DRINGU, Radar Bromo–Banjir kembali melanda sejumlah daerah di Kabupaten Probolinggo. Kali ini tingginya curah hujan membuat tiga kecamatan terendam. Yakni, Kecamatan Dringu, Gending, dan Tongas. Meluapnya sungai juga membuat tanggul pembatas sungai jebol di Gending.

Dari informasi yang dihimpun, air mulai menggenangi rumah warga Rabu (26/2) sekitar pukul 19.30. Data dari BPBD menyebutkan, ratusan rumah warga terdampak.

Di Kecamatan Dringu, banjir merendam sekitar 100 rumah warga di Desa Kalisalam dan Desa Sekarkare.

Sementara di Kecamatan Tongas, banjir merendam ratusan rumah warga di 4 dusun. Di Dusun Bayeman Tengah  ada 66 KK (kepala keluarga), Dusun Sentong 22 KK, Dusun Jaringan 46 KK, serta Dusun Krajan 36 KK.

Untuk di Kecamatan Gending, banjir merendam Desa Pajurangan. Yakni di Dusun Pasar RT 02/RW 01 sebanyak 30 KK terdampak, Dusun Sekolahan RT 5/RW 2 sebanyak 68 KK, Dusun Sekolahan RT 6/RW 2 sebanyak 62 KK.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, banjir itu disebabkan curah hujan yang tinggi. Selain itu, dipicu  jebolnya pembatas sungai atau tanggul juga menjadi penyebab banjir.

Pembatas sungai yang jebol itu berada di Desa Pajurangan, Dusun Pasar, Kecamatan Gending. Anggit menjelaskan, sebelumnya pembatas sungai itu sudah pernah ambrol. Kemarin, tampak warga gotong royong membenahi tanggul yang jebol untuk digantikan dengan zak sandbag.

“Untuk pembatas sungai dengan panjang 35 meter dan tinggi 1,5 meter yang jebol, sudah kami lakukan pengokohan dengan memasang bronjong dan sak sandbag,” ujar Anggit.

Meski hanya bersifat sementara, namun ditargetkan tanggul darurat itu cukup kuat. “Untuk perbaikan permanen, nanti akan kami konfirmasikan ke pihak provinsi. Sebab, aliran sungai itu milik provinsi,” terangnya.

Melihat kondisi cuaca yang masih masuk musim hujan, Anggit pun mengimbau warga untuk waspada dan tanggap bencana. “Salah satu langkah tanggap bencana dengan selalu memantau perkembangan prakiraan cuaca yang diinformasikan oleh pihak terkait. Agar masyarakat bisa sigap ketika terjadi bencana,” ujarnya. (mg1/mie)

 

 

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Bank Indonesia Gulirkan Beasiswa Satu Juta Tiap Bulan

Masing-masing mahasiswa itu akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp 1 juta tiap bulan selama setahun mulai Januari 2021.

Petani Resah Lagi Pupuk Subsidi Langka di Pasaran

Petani di Kabupaten Probolinggo kembali diresahkan dengan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.

Terima 68 Pengajuan Pelimpahan Haji Ahli Waris di Kab Pasuruan

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan terus menerima pengajuan pelimpahan porsi haji kepada ahli waris.

DLH Sudah Laporkan Tumpahan Batu Bara di Perairan Sekitar PLTU Paiton

DLH sudah melaporkan kejadian itu kepada kementerian LHK pada tahun 2018.

Mau ke Blitar, Ambulans Muat Jenazah Terbakar di Tol Gempan

Keluarga yang mengendarai di belakang ambulans sempat melihat, ambulans mengeluarkan percikan api dari knalpot. Seketika itu ambuilans berhenti