alexametrics
30.7 C
Probolinggo
Thursday, 30 June 2022

Tiga Kecamatan di Kab Probolinggo Kembali Terendam Banjir, Tanggul Jebol

DRINGU, Radar Bromo–Banjir kembali melanda sejumlah daerah di Kabupaten Probolinggo. Kali ini tingginya curah hujan membuat tiga kecamatan terendam. Yakni, Kecamatan Dringu, Gending, dan Tongas. Meluapnya sungai juga membuat tanggul pembatas sungai jebol di Gending.

Dari informasi yang dihimpun, air mulai menggenangi rumah warga Rabu (26/2) sekitar pukul 19.30. Data dari BPBD menyebutkan, ratusan rumah warga terdampak.

Di Kecamatan Dringu, banjir merendam sekitar 100 rumah warga di Desa Kalisalam dan Desa Sekarkare.

Sementara di Kecamatan Tongas, banjir merendam ratusan rumah warga di 4 dusun. Di Dusun Bayeman Tengah  ada 66 KK (kepala keluarga), Dusun Sentong 22 KK, Dusun Jaringan 46 KK, serta Dusun Krajan 36 KK.

Untuk di Kecamatan Gending, banjir merendam Desa Pajurangan. Yakni di Dusun Pasar RT 02/RW 01 sebanyak 30 KK terdampak, Dusun Sekolahan RT 5/RW 2 sebanyak 68 KK, Dusun Sekolahan RT 6/RW 2 sebanyak 62 KK.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, banjir itu disebabkan curah hujan yang tinggi. Selain itu, dipicu  jebolnya pembatas sungai atau tanggul juga menjadi penyebab banjir.

Pembatas sungai yang jebol itu berada di Desa Pajurangan, Dusun Pasar, Kecamatan Gending. Anggit menjelaskan, sebelumnya pembatas sungai itu sudah pernah ambrol. Kemarin, tampak warga gotong royong membenahi tanggul yang jebol untuk digantikan dengan zak sandbag.

“Untuk pembatas sungai dengan panjang 35 meter dan tinggi 1,5 meter yang jebol, sudah kami lakukan pengokohan dengan memasang bronjong dan sak sandbag,” ujar Anggit.

Meski hanya bersifat sementara, namun ditargetkan tanggul darurat itu cukup kuat. “Untuk perbaikan permanen, nanti akan kami konfirmasikan ke pihak provinsi. Sebab, aliran sungai itu milik provinsi,” terangnya.

Melihat kondisi cuaca yang masih masuk musim hujan, Anggit pun mengimbau warga untuk waspada dan tanggap bencana. “Salah satu langkah tanggap bencana dengan selalu memantau perkembangan prakiraan cuaca yang diinformasikan oleh pihak terkait. Agar masyarakat bisa sigap ketika terjadi bencana,” ujarnya. (mg1/mie)

 

 

DRINGU, Radar Bromo–Banjir kembali melanda sejumlah daerah di Kabupaten Probolinggo. Kali ini tingginya curah hujan membuat tiga kecamatan terendam. Yakni, Kecamatan Dringu, Gending, dan Tongas. Meluapnya sungai juga membuat tanggul pembatas sungai jebol di Gending.

Dari informasi yang dihimpun, air mulai menggenangi rumah warga Rabu (26/2) sekitar pukul 19.30. Data dari BPBD menyebutkan, ratusan rumah warga terdampak.

Di Kecamatan Dringu, banjir merendam sekitar 100 rumah warga di Desa Kalisalam dan Desa Sekarkare.

Sementara di Kecamatan Tongas, banjir merendam ratusan rumah warga di 4 dusun. Di Dusun Bayeman Tengah  ada 66 KK (kepala keluarga), Dusun Sentong 22 KK, Dusun Jaringan 46 KK, serta Dusun Krajan 36 KK.

Untuk di Kecamatan Gending, banjir merendam Desa Pajurangan. Yakni di Dusun Pasar RT 02/RW 01 sebanyak 30 KK terdampak, Dusun Sekolahan RT 5/RW 2 sebanyak 68 KK, Dusun Sekolahan RT 6/RW 2 sebanyak 62 KK.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, banjir itu disebabkan curah hujan yang tinggi. Selain itu, dipicu  jebolnya pembatas sungai atau tanggul juga menjadi penyebab banjir.

Pembatas sungai yang jebol itu berada di Desa Pajurangan, Dusun Pasar, Kecamatan Gending. Anggit menjelaskan, sebelumnya pembatas sungai itu sudah pernah ambrol. Kemarin, tampak warga gotong royong membenahi tanggul yang jebol untuk digantikan dengan zak sandbag.

“Untuk pembatas sungai dengan panjang 35 meter dan tinggi 1,5 meter yang jebol, sudah kami lakukan pengokohan dengan memasang bronjong dan sak sandbag,” ujar Anggit.

Meski hanya bersifat sementara, namun ditargetkan tanggul darurat itu cukup kuat. “Untuk perbaikan permanen, nanti akan kami konfirmasikan ke pihak provinsi. Sebab, aliran sungai itu milik provinsi,” terangnya.

Melihat kondisi cuaca yang masih masuk musim hujan, Anggit pun mengimbau warga untuk waspada dan tanggap bencana. “Salah satu langkah tanggap bencana dengan selalu memantau perkembangan prakiraan cuaca yang diinformasikan oleh pihak terkait. Agar masyarakat bisa sigap ketika terjadi bencana,” ujarnya. (mg1/mie)

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/