Kenal via Whatsapp, Diajak Jalan Pacar, Gadis 15 Tahun asal Lekok Hamil

LEKOK, Radar Bromo – Di usia yang masih belia, Bunga (bukan nama sebenarnya), 15, warga Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, harus menjadi seorang ibu. Tamatan SD itu diduga dicabuli kekasihnya, Bd, 19, warga Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Peristiwa ini bermula saat Bd ngopi di warung kopi milik ayah Bunga, yaitu Mw. Di warung ini, ia lantas berkenalan dengan Bunga. Perkenalan ini berlanjut dengan komunikasi melalui pesan WhatsApp.

Komunikasi yang intens ini menimbulkan benih-benih cinta pada keduanya. Mereka lantas berpacaran. Lalu , Bd memberanikan diri untuk mengajak Bunga berkenalan dengan orang tuanya.

Awalnya keinginan ini ditolak oleh Mw. Sebab, Bunga masih belia dan tidak pernah pergi jauh. Bd pun berjanji, usai mengenalkan Bunga pada orang tuanya, akan mengantar Bunga pulang, namun Bd ingkar.

Ia malah mengajak Bunga jalan-jalan ke Kota Pasuruan. Mereka sempat menghabiskan waktu di alun-alun dan Taman Kota, sebelum Bd mengajak Bunga ke sebuah warung kopi. Di warung ini, Bunga diberi minuman cokelat. Usai meminum ini, Bunga tidak sadarkan diri.

“Minumannya berwarna cokelat, namun rasanya pahit. Setelah meminum itu, saya tidak sadarkan diri. Saat sadar, saya sudah berada di rumah,” ungkap Bunga.

Tak lama usai kejadian ini, Bunga menjadi sakit. Suhu tubuhnya naik dan mual-mual. Awalnya tidak ada satu pun keluarganya yang curiga. Hingga salah seorang tetangganya, Lk mengetahui kondisi Bunga.

Ia pun membelikan Bunga test pack. Dan ternyata Bunga diketahui hamil. Mengetahui dirinya hamil, Bunga langsung menghubungi Bd. Namun, nomor hape-nya tidak aktif. Ia lantas menceritakan kejadian yang dialaminya pada Mw.

“Saya tidak pernah menjalin hubungan atau jalan dengan orang lain. Ya, Bd yang pertama kali mengajak saya untuk jalan,” jelas Bunga.

TIGA BULAN: Anak Bunga yang masih tiga bulan. (Foto: Istimewa)

 

Mw lantas melaporkan hal ini pada Kades di Lekok. Namun, ia tidak mendapat kejelasan soal nasib putrinya itu. Pernah, sekali Mw dipertemukan dengan Bd di Balai Desa. Namun, Bd menolak telah menghamili Bunga.

Kondisi ini terus berlanjut. Hingga Bunga melahirkan anak yang dikandungnya. Saat ini anak berjenis kelamin laki-laki ini telah berusia tiga bulan.

Sampai saat ini, anak Bunga dirawat oleh keluarga besarnya. Dan sampai saat ini, Bd masih menampik bahwa anak yang dikandung Bunga adalah anaknya.

“Ia juga sempat mengatakan kalau dia tidak kenal dengan anak saya. Padahal jelas-jelas anak saya ya cuma menjalin hubungan dengan dia,” jelas Mw.

Kades Muhammad Mustofa menerangkan, Bd memang warga Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok. Namun, ia sudah lama pindah domisili ke Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati. Pihaknya sendiri sudah berupaya untuk menyelesaikan masalah ini.

“Saya sudah lima kali menemui Bd. Di antaranya pernah dengan pihak korban di balai desa. Cuma Bd menolak kalau dia telah menghamili Bunga,” sebutnya.

Kades Kedawung Wetan Muji Slamet menyebut, pihak desa sempat menanyakan langsung pada Bd. Namun, Bd mengaku dirinya hanya kenal Bunga. Bd juga mengaku tidak pernah menghamili Bunga. Namun, ia siap untuk tes DNA kapanpun untuk membuktikannya.

“Bd ini diangkat anak oleh budenya. Saat ini tercatat sebagai warga Desa Kedawung Wetan. Cuma Bd pernah bilang ke saya, jika ia siap tanggung jawab jika itu memang anaknya,” pungkasnya. (riz/hn/fun)