4 Pengedar Sabu Asal Pandaan Ini Kompak Dibekuk Polisi, Usianya Masih Muda Semua

BANGIL – Para pengedar dan pemakai sabu-sabu di wilayah hukum Polres Pasuruan, seakan tak pernah ada habisnya. Sabtu (26/1), Satreskoba Polres Pasuruan membekuk 4 tersangka asal Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Keempat tersangka itu adalah Andika Candra, 20 dan Idam Cholid, 21. Mereka sama-sama warga Kelurahan Kutorejo. Serta, dua warga Kelurahan Pandaan, Dawam Izzul Fikri, 20 dan M. Faisol Akbar, 18. Kini, mereka sama-sama ditahan di Mapolres Pasuruan.

Andika Candra dibekuk ketika berada di rumahnya, sekitar pukul 04.00. Bersamanya, polisi mengamankan barang bukti berupa 2 kantong plastik berisi sabu-sabu seberat masing-masing 0,6 gram dan 0,41 gram. Serta, sebuah handphone, sebuah dompet, dan sedotan plastik.

Sedangkan, Idam Cholid ditangkap di sebuah kamar indekos di Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, sekira pukul 03.30. Darinya, polisi mengamankan plastik berisi sabu-sabu seberat 0,23 gram. Serta, 1 pipet kaca yang masih ada sisa sabu seberat 3,37 gram, sebuah handphone, 1 botol plastik, korek api, dan sedotan plastik.

Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan AKP Nanang Sugiyono mengatakan, sehari-hari tersangka Idam merupakan montir. Untuk tambahan penghasilan, dia nekat berbisnis sabu. “Karena butuh tambahan ekonomi, sehingga nekat menjual sabu,” ujarnya.

Berikutnya, Dawam Izzul Fikri dan M. Faisol Akbar ditangkap ketika berada di Desa Sumbergedang, Kecamatan Prigen, sekira pukul 03.00. Saat itu, mereka berada di depan sebuah minimarket. “Mereka diduga akan menjual sabu dan ditangkap di pinggir jalan,” ujar Nanang.

Dari kedua tersangka ini, polisi mengamankan 1 kantong plastik berisi sabu-sabu seberat 0,29 gram, sebuah pipet kaca kosong, 1 bekas bungkus rokok, 1 pak pastik klip kecil, 1 handphone, 1 tutup botol, dan sepeda motor. Keempat tersangka itu dijerat dengan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (eka/fun)