Sakeramania Tak Boleh Menonton saat Persekabpas Lawan PSID Jombang

GARA-GARA LAGA INI: Pertandingan semifinal antara Persekabpas (kostum oranye) melawan PSG Gresik beberpa waktu lalu. Usai laga inilah suporter kecewa dan masuk lapangan, hingga kemudian PSSI memberi sanksi. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah pepatah yang menggambarkan kondisi Persekabpas saat ini. Betapa tidak, sudah gagal meraih juara Zona Jawa Timur, kini tim kebanggaan warga Kabupaten Pasuruan itu harus menerima sanksi dari Komdis PSSI Jawa Timur.

Sanksi yang diberikan pun cukup memberatkan. Selain denda Rp 25 juta, Persekabpas juga dilarang berlaga dengan disaksikan penonton di lapangan. Itu artinya, Sakeramania (sebutan suporter Persekabpas), tidak bisa menyaksikan laga saat Laskar Sakera menghadapi PSID Jombang, Jumat (29/11) mendatang.

Sanksi tersebut jelas merugikan. Mengingat, The Lassak memang membutuhkan support dari penonton untuk setiap laganya. Termasuk laga krusial melawan PSID Jombang. Sebab, dukungan suporter bisa membangkitkan semangat juang arek-arek Sakera untuk bisa meraih kemenangan yang sangat dibutuhkan.

Manajer Persekabpas Pasuruan Suryono Pane mengaku kecewa berat dengan keputusan sanksi itu. Sebab, pemberian sanksi itu dilakukan secara mendadak. Biasanya, sanksi diberikan PSSI setelah dua atau tiga hari jalannya pertandingan.

TANPA PEMAIN KE-12: Pemain Persekabpas saat berlaga dan disaksikan Sakeramania di stadion R Soedrasono. Saat menghadapi PSID Jumat (29/11) nanti, Sakeramania tak boleh menonton. (Dok. Radar Bromo)

Tak ayal, ia pun merasa kalau PSSI Jatim menyeleding tekel timnya. “Kami kecewa berat dengan sanksi PSSI Jatim. Rasanya, seolah-olah kami ini di-sleding tekel PSSI Jatim,” ungkapnya penuh kecewa.

Sanksi itu diberikan ketika Persekabpas menghadapi Putra Sinar Giri FC Gresik. Dalam perebutan tiket ke final itu, tim Putra Sinar Giri FC berhasil memenangi laga dengan adu penalti.

Kekalahan tersebut membuat Sakeramania marah. Mereka turun ke lapangan sebagai bentuk protes. Menurut Suryono, suporter turun ke lapangan setelah laga berakhir. Ia pun merasa kalau PSSI Jatim “membunuh” timnya pelan-pelan.

Kondisi ini pun jelas merugikan suporter. Mengingat, laga tersebut sangat dinanti-nantikan suporter. “Bukan hanya kami, tentunya suporter juga kecewa. Kami hanya bisa pasrah dengan keputusan PSSI tersebut,” pungkasnya.

PSID Jombang yang menjadi lawan Persekabpas nanti adalah pertandingan berat. Meski tim besutan Moch. Fakhrudin tersebut bakal melakoni laga di Stadion R Soedrasono Pogar, ketiadaan dukungan Sakeramania adalah kerugian bagi tim.

Tentu, laga tersebut tak bisa disepelekan. Mengingat, pemenang laga akan bisa melaju ke babak berikutnya. Karena itulah, target menang menjadi incarannya. Memang, tak mudah untuk menghadapi PSID Jombang. Mengingat, tim asal Jombang tersebut memiliki pemain yang mumpuni. Buktinya, mereka bisa lolos ke Zona Jawa.

Ia menguraikan, sejumlah persiapan memang terus dilakukan. Latihan intensif dilakukan untuk menyongsong jalannya lanjutan laga tersebut. (one/fun)