alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Polisi Dalami Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus OTT Anggota LSM Elang Putih

PAJARAKAN, Radar Bromo – Empat anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Elang Putih Probolinggo Raya, resmi menjadi tersangka. Kini, para tersangka yang terlibat kasus pemerasan terhadap Kepala Desa Dawuhan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Eko Wahyu Widayarto, itu ditahan di Mapolres Probolinggo.

Penyidik Polres Probolinggo juga masih terus mendalami kasus ini. Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso mengatakan pemerasan itu terkait permasalahan rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Dawuhan. Anggota LSM itu mendapati kejanggalan dalam pembangunan RTLH di Desa Dawuhan. “Kemudian, mereka mendatangi dan meminta uang kepada kades. Tetapi, setelah kami periksa tidak apa-apa RTLH-nya,” ujarnya.

Menurutnya, Eko melaporkan oknum LSM itu karena tersinggung setelah istrinya diejek. Itu, dilakukan ketika kali pertama korban diperas. “Awalnya kades dicari di rumahnya. Tetapi, tidak ketemu. Akhirnya, ketemu di jalan dan diberhentikan. Di situlah sempat cekcok dan oknum LSM itu mengejek istrinya,” jelas Rizki.

Rizki mengaku masih terus mendalami kasus ini. Termasuk keterlibatan pihak lain. “Untuk keterlibatan pihak lain masih kami dalami. Sebab, perbuatan pemerasan ini ada dua tipe. Satu ada instruksi dari atasan mereka dan jika tidak, ini inisiatif dari empat orang itu,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPP LSM Elang Putih Hamza membenarkan empat orang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polres Probolinggo itu anggotanya. Salah satunya, Ketua DPC Elang Putih Probolinggo Raya Samsul Arifin. “Iya, itu (mereka) anggota saya,” ujarnya.

Namun, Hamzah mengaku belum mengetahui pasti permasalahan yang menimpa anggotanya. Katanya, empat anggotanya itu sedang menginvestigasi mengenai penyalahgunaan dana desa untuk pembangunan RTLH. “Itu yang saya dengar. Katanya, mereka tidak melakukan pemerasan atau meminta uang,” ujarnya.

Hamzah mengaku berterima kasih dengan adanya OTT ini. Menurutnya, jika memang ada kesalahan, sudah sepatutnya ditindak. “Kami sangat mengapresiasi kinerja kepolisian. Itu, akan menjadi pelajaran bagi yang bermain-main dengan hukum. Tetapi, untuk anak buah saya itu benar atau salah, akan kami upayakan bantuan hukum,” ujarnya.

Di sisi lain, Kades Dawuhan Eko mengatakan, tuduhan terkait RTLH bermasalah itu tidak benar. Pembangunan RTLH yang dilakukan di daerahnya sudah benar. Jika tidak benar, akan dikritisi oleh warganya dan lawan politiknya. “Tidak ada masalah. Semuanya sudah benar,” ujarnya.

Kenapa memberikan uang? Eko mengaku, saat itu bersama keluarganya hendak menghadiri lomba adu burung dara. Serta, diberhentikan oleh para tersangka dan istrinya didorong-dorong. “Saya terburu-buru untuk menghadiri lomba burung dara. Karena itu, saya berikan uang itu. Bahkan, STNK mobil saya juga diambil, katanya sebagai jaminan,” jelasnya.

Setelah itulah, korban berkomunikasi dengan kepolisian. Hingga keesoknnya, Minggu (24/11), korban melunasi janjinya dan istrinya membawa Tim Saber Pungli. “Siapa yang tidak marah jika istri didorong-dorong dalam keadaan banyak orang,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Minggu (24/11), empat oknum LSM Elang Putih Probolinggo Raya diamankan polisi. Mereka adalah Samsul Arifin, 36; Iwan Hidayat, 29; Suwayat, 30; dan S. Ayit, 38. Mereka tertangkap tangan memeras Kades Dawuhan, Kecamatan Krejengan.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, uang Rp 8.290.000, 4 unit handpone, 6 kartu anggota LSM Elang Putih, dua lembar KTP, satu SIM, STNK, dan dua unit kendaraan bermotor. (sid/rud/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Usulan Tambahan Pupuk Subsidi Tunggu Kejelasan Realokasi Provinsi    

BANGIL, Radar Bromo–Masuk akhir Oktober, kuota sisa pupuk bersubsidi urea di Kabupaten Pasuruan tersisa 8 ribu ton. Saat ini Dinas Pertanian masih menunggu instruksi...

Pencairan DBHCHT di Kab Pasuruan Tersisa Rp 36 Miliar  

Sampai akhir Oktober ini, DBHCHT yang sudah masuk ke kabupaten setempat mencapai Rp 146 Miliar.

Muncul Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

Mendekati Maulid Nabi, jumlah pedagang semakin banyak. Bahkan, tak sedikit yang lapaknya memakan bahu jalan dan membuat tenda semi permanen.

Mahasiswi asal Lumajang Polisikan Eeks Pacar usai Dianiaya-HP-nya Dirampas

Korban menjalin hubungan asmara dengan RV selama 3 tahun.

Pura-pura Bertamu Lalu Curi Uang, Pelakunya Wanita Berpakaian Muslimah

Usia pelakudiperkirakan 30 sampai 40 tahun, fisiknya gemuk dengan make up wajah tebal dan berpakaian muslimah warna merah