alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Instansi di Pemkot Probolinggo Mulai Kurangi Pemakaian AMDK Gelas

KANIGARAN, Radar Bromo – Pemerintah Kota Probolinggo mulai melakukan pengurangan sampah plastik dalam kegiatan kedinasan. Salah satunya adalah pengurangan penggunaan air mineral dalam kemasan di setiap kegiatan kedinasan.

Hal ini terlihat dalam kegiatan Dinas Kesehatan saat launcing Puskesmas menjadi BLUD Kamis lalu (24/10). Biasanya disediakan air minum dalam kemasan (AMDK) berbentuk gelas untuk diminum peserta kegiatan. Tapi saat itu, tidak terlihat gelas AMDK di meja tempat minuman.

Sebaliknya di tempat meja minuman ditempatkan 2 galon air mineral yang dilengkapi dengan alat khusus untuk mengeluarkan air. Beberapa peserta rapat terlihat melakukan isi ulang botol air yang dibawanya dengan cara memompa.

Saat dimintai tanggapan, Wali Kota Probolinggo Hadi zainal Abidin menegaskan bahwa pengurangan sampah plastik telah dilakukan dalam kegiatan-kegiatan OPD. “Kami sudah mulai mengurangi penggunaan sampah plastik. Salah satunya dimulai dari Dinas Kesehatan ini, kemudian berlanjut ke OPD-OPD lain,” ujarnya saat ditemui harian Jawa Pos Radar Bromo setelah me-launching Puskesmas menjadi BLUD.

Hadi menilai penggunaan sampah plastik harus segera dikurangi. Karena memiliki dampak terhadap lingkungan dalam jangka panjang. “Dari Dinas Kesehatan kemudian berlanjut ke OPD-OPD lain, baru kemudian pengurangan sampah plastik di masyarakat. Seperti penggunaan kantong plastik di toko ritel juga harus dikurangi,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bromo, sejumlah OPD telah menerapkan pengurangan penggunaan plastik. Salah satunya di Bagian Humas dan Protokol. “Sudah 3 minggu di kantor sudah tak pakai AMDK gelasan lagi. Tapi disediakan galon untuk isi ulang,” ujar salah satu staf Bagian Humas dan Protokol.

Pemkot Probolinggo telah mengeluarkan Perwali yang mengatur tentang pengurangan penggunaan sampah plastik. Perwali Nomor 79 tahun 2019 ini digharapkan mampu mengurangi limbah plastik.

Sementara itu Budi Krisyanto, kepala DLH Kota Probolinggo menjelaskan bahwa sampah plastik menyumbang sekitar 12 persen dari total sampah yang ada di Kota Probolinggo. “Jika diperkirakan 1 hari i orang menghasilkan sampah 0,7 kilogram dikalikan 240 ribu jika maka diperkirakan setiap hari ada 170 ton sampah yang masuk setiap hari,” ujarnya.

Upaya mengurangi sampah bisa dilakukan dimulai dari sumbernya yaitu memanfaatkan kembali kemasan untuk fungsi yang sama maupun melakukan daur ulang. (put/fun)

KANIGARAN, Radar Bromo – Pemerintah Kota Probolinggo mulai melakukan pengurangan sampah plastik dalam kegiatan kedinasan. Salah satunya adalah pengurangan penggunaan air mineral dalam kemasan di setiap kegiatan kedinasan.

Hal ini terlihat dalam kegiatan Dinas Kesehatan saat launcing Puskesmas menjadi BLUD Kamis lalu (24/10). Biasanya disediakan air minum dalam kemasan (AMDK) berbentuk gelas untuk diminum peserta kegiatan. Tapi saat itu, tidak terlihat gelas AMDK di meja tempat minuman.

Sebaliknya di tempat meja minuman ditempatkan 2 galon air mineral yang dilengkapi dengan alat khusus untuk mengeluarkan air. Beberapa peserta rapat terlihat melakukan isi ulang botol air yang dibawanya dengan cara memompa.

Saat dimintai tanggapan, Wali Kota Probolinggo Hadi zainal Abidin menegaskan bahwa pengurangan sampah plastik telah dilakukan dalam kegiatan-kegiatan OPD. “Kami sudah mulai mengurangi penggunaan sampah plastik. Salah satunya dimulai dari Dinas Kesehatan ini, kemudian berlanjut ke OPD-OPD lain,” ujarnya saat ditemui harian Jawa Pos Radar Bromo setelah me-launching Puskesmas menjadi BLUD.

Hadi menilai penggunaan sampah plastik harus segera dikurangi. Karena memiliki dampak terhadap lingkungan dalam jangka panjang. “Dari Dinas Kesehatan kemudian berlanjut ke OPD-OPD lain, baru kemudian pengurangan sampah plastik di masyarakat. Seperti penggunaan kantong plastik di toko ritel juga harus dikurangi,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bromo, sejumlah OPD telah menerapkan pengurangan penggunaan plastik. Salah satunya di Bagian Humas dan Protokol. “Sudah 3 minggu di kantor sudah tak pakai AMDK gelasan lagi. Tapi disediakan galon untuk isi ulang,” ujar salah satu staf Bagian Humas dan Protokol.

Pemkot Probolinggo telah mengeluarkan Perwali yang mengatur tentang pengurangan penggunaan sampah plastik. Perwali Nomor 79 tahun 2019 ini digharapkan mampu mengurangi limbah plastik.

Sementara itu Budi Krisyanto, kepala DLH Kota Probolinggo menjelaskan bahwa sampah plastik menyumbang sekitar 12 persen dari total sampah yang ada di Kota Probolinggo. “Jika diperkirakan 1 hari i orang menghasilkan sampah 0,7 kilogram dikalikan 240 ribu jika maka diperkirakan setiap hari ada 170 ton sampah yang masuk setiap hari,” ujarnya.

Upaya mengurangi sampah bisa dilakukan dimulai dari sumbernya yaitu memanfaatkan kembali kemasan untuk fungsi yang sama maupun melakukan daur ulang. (put/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/