alexametrics
29.8 C
Probolinggo
Thursday, 19 May 2022

Ratusan Warga Binaan di Lapas Pasuruan Jalani Tes HIV, Hasilnya Bagaimana?

PURWOREJO, Radar Bromo – Penyebaran penyakit menular di dalam penjara terus ditekan. Salah satunya dengan mendeteksi penyebaran penyakit secara dini. Kamis  (26/9), ratusan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan menjalani pemeriksaan HIV/AIDS.

Pemeriksaan dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan. Ada 200 warga binaan yang menjalani pemeriksaan. Mereka terdiri atas narapidana dan tahanan yang terjerat berbagai kasus. Petugas mengambil sampel darah setiap warga binaan untuk mengetahui indikasi penyakit menular yang diderita.

“Pemeriksaan HIV ini merupakan langkah penanggulangan sejak dini penyebaran penyakit HIV di dalam Lapas,” ujar Kasi Binadik Giatja Lapas Kelas IIB Pasuruan Anggre Anandayu.

Menurutnya, tidak semua warga binaan menjalani pemeriksaan. Sebab, sebagian besar sudah menjalani screening saat baru menghuni Lapas. Pemeriksaan penyakit menular itu juga bukan kali pertama digelar. “Terakhir, kami gelar kegiatan semacam ini tahun lalu. Insyaallah, ke depan akan rutin untuk mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS,” ujarnya.

Pihaknya berharap, hasil pemeriksaan itu bisa segera diketahui. Dengan begitu, penyebaran penyakit menular di dalam Lapas bisa ditindaklanjuti dengan penanganan medis. Selain itu, kata Anggre, pihaknya juga melibatkan Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pasuruan untuk memberikan konseling. Agar warga binaan saling memahami upaya pencegahan agar terhindar dari virus HIV/AIDS.

“Terutama berkaitan dengan sikap mereka terhadap orang yang mengidap HIV/AIDS. Supaya tidak mendiskreditkan atau mengucilkan orang yang mengidap HIV/AIDS,” ujarnya. (tom/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo – Penyebaran penyakit menular di dalam penjara terus ditekan. Salah satunya dengan mendeteksi penyebaran penyakit secara dini. Kamis  (26/9), ratusan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan menjalani pemeriksaan HIV/AIDS.

Pemeriksaan dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan. Ada 200 warga binaan yang menjalani pemeriksaan. Mereka terdiri atas narapidana dan tahanan yang terjerat berbagai kasus. Petugas mengambil sampel darah setiap warga binaan untuk mengetahui indikasi penyakit menular yang diderita.

“Pemeriksaan HIV ini merupakan langkah penanggulangan sejak dini penyebaran penyakit HIV di dalam Lapas,” ujar Kasi Binadik Giatja Lapas Kelas IIB Pasuruan Anggre Anandayu.

Menurutnya, tidak semua warga binaan menjalani pemeriksaan. Sebab, sebagian besar sudah menjalani screening saat baru menghuni Lapas. Pemeriksaan penyakit menular itu juga bukan kali pertama digelar. “Terakhir, kami gelar kegiatan semacam ini tahun lalu. Insyaallah, ke depan akan rutin untuk mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS,” ujarnya.

Pihaknya berharap, hasil pemeriksaan itu bisa segera diketahui. Dengan begitu, penyebaran penyakit menular di dalam Lapas bisa ditindaklanjuti dengan penanganan medis. Selain itu, kata Anggre, pihaknya juga melibatkan Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pasuruan untuk memberikan konseling. Agar warga binaan saling memahami upaya pencegahan agar terhindar dari virus HIV/AIDS.

“Terutama berkaitan dengan sikap mereka terhadap orang yang mengidap HIV/AIDS. Supaya tidak mendiskreditkan atau mengucilkan orang yang mengidap HIV/AIDS,” ujarnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/