alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Pemkot Probolinggo Benahi Lapangan Sapi Brujul

KANIGARAN, Radar Bromo – Keberadaan Karapan Sapi Brujul di Kota Probolinggo, terus menjadi perhatian. Setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo menata sejumlah fasilitasnya.

Termasuk, keberadaan lapangan yang menjadi arena balapan sapi. Disbudpar mengklaim telah melakukan penataan lapangan Karapan Sapi Brujul sejak tahun kemarin. “Untuk lapangan sapi brujul kami sudah punya di Kelurahan Jrebeng Kidul. Tahun 2018 bahkan sudah dilakukan pemasangan pagar,” ujar Kabid Destinasi Wisata Disbudpar Kota Probolinggo Pramito Legowo, Senin (26/8).

Pemasangan pagar lapangan sapi brujul ini dianggarkan Rp 124 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Luasan lapangan sapi brujul mencapai 19 ribu meter persegi. “Tapi yang digunakan untuk lapangan sapi brujul seluas 16 ribu meter persegi. Sisanya disewakan kepada masyarakat sebagai lahan aset,” ujarnya.

Kabid Promosi Wisata Disbudpar Kota Probolinggo Suciati Ningsih mengatakan, dengan penetapan sapi brujul sebagai warisan budaya tak benda, maka promosi wisata bisa dimaksimalkan. Bahkan, Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur juga ikut mempromosikannya. “Termasuk jika ada lomba sapi brujul, Dinas Kebudayaan Provinsi bisa masuk di sana,” ujarnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan karapan sapi brujul sebagai salah satu warisan budaya tak benda dari Kota Probolinggo. Proses pengajuannya dilakukan sejak 6 bulan lalu. Disbudpar melakukan kajian terhadap kerapan sapi brujul. Setelah itu, dilakukan pengujian di hadapan 17 ahli seni budaya di Jakarta. (put/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Keberadaan Karapan Sapi Brujul di Kota Probolinggo, terus menjadi perhatian. Setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo menata sejumlah fasilitasnya.

Termasuk, keberadaan lapangan yang menjadi arena balapan sapi. Disbudpar mengklaim telah melakukan penataan lapangan Karapan Sapi Brujul sejak tahun kemarin. “Untuk lapangan sapi brujul kami sudah punya di Kelurahan Jrebeng Kidul. Tahun 2018 bahkan sudah dilakukan pemasangan pagar,” ujar Kabid Destinasi Wisata Disbudpar Kota Probolinggo Pramito Legowo, Senin (26/8).

Pemasangan pagar lapangan sapi brujul ini dianggarkan Rp 124 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Luasan lapangan sapi brujul mencapai 19 ribu meter persegi. “Tapi yang digunakan untuk lapangan sapi brujul seluas 16 ribu meter persegi. Sisanya disewakan kepada masyarakat sebagai lahan aset,” ujarnya.

Kabid Promosi Wisata Disbudpar Kota Probolinggo Suciati Ningsih mengatakan, dengan penetapan sapi brujul sebagai warisan budaya tak benda, maka promosi wisata bisa dimaksimalkan. Bahkan, Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur juga ikut mempromosikannya. “Termasuk jika ada lomba sapi brujul, Dinas Kebudayaan Provinsi bisa masuk di sana,” ujarnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan karapan sapi brujul sebagai salah satu warisan budaya tak benda dari Kota Probolinggo. Proses pengajuannya dilakukan sejak 6 bulan lalu. Disbudpar melakukan kajian terhadap kerapan sapi brujul. Setelah itu, dilakukan pengujian di hadapan 17 ahli seni budaya di Jakarta. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/