Bulan Ini Konsultan Matangkan Konsep Wisata Syariah Pemandian Alam Banyubiru

WINONGAN, Radar Bromo – Rencana Pemkab Pasuruan membuat wisata syariah di Kabupaten Pasuruan kian dimatangkan. Saat ini sudah ditunjuk konsultan untuk mengembangkan pemandian Alam Banyubiru yang bakal menjadi wisata syariah pertama di Kabupaten Pasuruan.

Agung Maryono, kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan menyebut, sudah ada konsultan untuk mengembangkan wisata Pemandian Alam Banyubiru. Harapannya, konsultan ini bisa mematangkan konsep wisata syariah di Kabupaten Pasuruan.

“Untuk Pemandian Alam Banyubiru sudah ada konsultannya. Dan Agustus ini akan selesai konsepnya seperti apa,” terangnya.

Dikatakannya, Pemandian Alam Banyubiru menjadi wisata syariah pertama di Kabupaten Pasuruan. Sebelum mematangkan desain, maka konsep sudah harus matang terlebih dahulu.

Lalu, DED ditargetkan sudah ada tahun 2020. Baru pembangunan secara fisik dikerjakan di tahun berikutnya.

Agung menjelaskan, wisata syariah dipastikan bisa mengerek jumlah wisatawan yang datang ke Pemandian Alam Banyubiru. “Saat ini saja, saat ada rencana bakal dijadikan wisata syariah, kunjungan justru meningkat. Ini, lantaran masyarakat penasaran seperti apa sih Banyubiru. Sehingga, pengunjung makin ramai,” terangnya.

Konsep wisata syariah sendiri dipastikan menjadi magnet tersendiri di Kabupaten Pasuruan. “Yang sudah menerapkan wisata syariah di Lombok. Bandung juga mulai merintis seperti kami. Dan harapan kami, Pemandian Alam Banyubiru Syariah nantinya makin mengerek wisatawan yang datang,” terangnya.

Pemkab Pasuruan ingin ada pemisahan antaran perempuan dan laki-laki di kolam. Baik kolam alami dan kolam buatan bagi pengunjung.

Tercatat sampai minggu pertama Agustus, penerimaan tiket masuk dari Banyubiru cukup tinggi. Yaitu, mencapai Rp 616,375 juta atau 74 persen dari realisasi total penerimaan retribusi wisata se-Kabupaten Pasuruan sebesar Rp 823,351 juta. (eka/hn/fun)