alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Klaim BPJS di RSUD Waluyo Jati Turun, Penyebabnya Ini

KRAKSAAN, Radar Bromo – Puluhan tenaga kesehatan (Nakes) RSUD Waluyo Jati sempat menjalani karantina 14 hari. Karena, salah satu nakes ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kondisi itu, ternyata berpengaruh pada jumlah kunjungan pasien di RSUD setempat. Akibatnya, nilai klaim BPJS Kesehatan bulan Mei turun.

Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan, dr. Mansur saat dikonfirmasi mengatakan, klaim BPJS kesehatan yang alami penurunan drastis pada bulan Mei kemarin. Di bulan tersebut klaim BPJS Kesehatan hanya sekitar Rp 2 miliar. Padahal, bulan-bulan sebelumnya, klaim BPJS kesehatan bisa hampir Rp 4 miliar lebih.

”Bulan Mei kemarin, jumlah kunjungan pasien ke RSUD alami penurunan. Itu karena sempat ada puluhan nakes yang harus jalani karantina. Karena, ada kasus positif Covid-19 dari salah satu nakes di RSUD,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Dia menjelaskan, dampak itu sempat jumlah kunjungan pasien ke RSUD berkurang. Itu bisa dilihat dari nilai klaim BPJS kesehatan bulan Mei turun separo dari biasanya. Beruntungnya, kondisi itu tidak berlangsung lama. Bulan Juni lalu, RSUD Waluyo Jati kembali normal. Dengan nilai klaim BPJS kesehatan sekitar Rp 3 miliar.

”Alhamdulillah, bulan Juni nilai klaim BPJS kesehatan hampir kembali normal. Yaitu sekitar Rp 3 miliar. Kalau jumlah pasien kunjungan, belum diketahui angkanya,” terangnya.

Ditanya berapa lama tunggakan tagihan klaim BPJS yang belum terbayarkan? Direktur mengaku, tunggakan klaim yang belum terbayarkan hanya 2 bulan. Yaitu Mei dan Juni. Pihaknya sudah ajukan klaim BPJS bulan Mei dan Juni. Namun, yang sudah terverifikasi bulan Mei. ”Klaim BPJS yang belum terbayar hanya dua bulan, Mei dan Juni,’ ujarnya. (mas/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Muncul Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

Mendekati Maulid Nabi, jumlah pedagang semakin banyak. Bahkan, tak sedikit yang lapaknya memakan bahu jalan dan membuat tenda semi permanen.

Mahasiswi asal Lumajang Polisikan Eeks Pacar usai Dianiaya-HP-nya Dirampas

Korban menjalin hubungan asmara dengan RV selama 3 tahun.

Pura-pura Bertamu Lalu Curi Uang, Pelakunya Wanita Berpakaian Muslimah

Usia pelakudiperkirakan 30 sampai 40 tahun, fisiknya gemuk dengan make up wajah tebal dan berpakaian muslimah warna merah

Rencana Normalisasi Kalimati; Sosialisasikan Uang Pengganti Rumah

Penggusuran memang menjadi pilihan saat program normalisasi Kalimati atau Bangiltak direalisasikan. Tapi, hal itu tidak akan dilakukan serta merta tanpa solusi bagi warga.

Ini Kata Misbakhun tentang UU Ciptaker, Disebut Justru Pro Rakyat

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, menepis isu miring mengenai UU Cipta Kerja.