Curi Toko Elektronik, Tiga Dibekuk, Salah Satunya Satpam yang Jadi Penunjuk Jalan

BERKOMPLOT: Tiga tersangka yang kini sudah ditahan di Mapolresta Pasuruan. Ketiganya dibekuk usai mencuri di sebuah toko elektronik. (Polres Pasuruan Kota for Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN, Radar Bromo – M. Fajar Sodiq, 34, tidak hanya terancam kehilangan pekerjaannya sebagai satpam sebuah SMP. Dia diamankan Polres Pasuruan Kota karena diduga kuat terlibat pencurian di sebuah toko elektronik.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/05) di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Pasuruan. Pelaku yang penjaga malam atau waker di sebuah SMP, bersekongkol dengan dua rekannya. Yaitu, Achmad Maulana, 20, warga Kelurahan Tambakan dan Rudi Hartono, 19, warga Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

TURUT DISITA: Barang bukti yang diamankan dari tiga tersangka. (Polres Pasuruan Kota for Radar Bromo)

Ketiganya mencuri toko elektronik Sinar Jaya yang lokasinya tidak jauh dengan SMP, tempat pelaku bekerja sebagai satpam. Diduga, pencurian itu dilakukan pada malam hari saat pelaku menjaga sekolah.

Kedua rekan pelaku awalnya mendatangi pelaku ke sekolah. Mereka berdua mengendarai sebuah gerobak motor.

Pelaku lantas menunjukkan keduanya jalan untuk mencuri toko elektronik tersebut. Yaitu dengan memanjat dinding toko. Baru kemudian masuk ke toko dengan cara merusak pintu utama menggunakan sebuah obeng dan dua linggis.

Tidak hanya itu. Mereka juga merusak CCTV yang ada di toko. Tujuannya, tidak lain untuk menghilangkan jejak tindak kejahatan mereka.

Begitu berhasil masuk, ketiga pelaku langsung menjarah isi toko. Total ada 10 baterai aki yang mereka curi, serta sebuah mesin bor. Nilainya semua sekitar Rp 12 juta. Barang hasil jarahan itu lantas diangkut menggunakan gerobak motor.

Sementara itu, Andri Santoso, pemilik toko baru mengetahui tokonya dicuri, Sabtu (4/05), pukul 06.30. Saat akan membuka toko, warga Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan itu kaget. Sebab, pintu utama toko sudah rusak.

Saat dicek ke dalam, baru diketahui sejumlah barang di toko hilang. Pemilik yang sadar jadi korban pencurian, lantas melapor ke Polres Pasuruan Kota.

Petugas pun langsung menyelidiki pencurian itu, begitu mendapat laporan. Hasilnya, dua pelaku utama diringkus. Sementara pelaku Fajar yang memberi jalan pada rekannya untuk masuk ke toko, diringkus polisi Rabu (24/7) malam.

“Mereka berhasil memasuki toko itu tidak melalui pintu utama. Mereka memanjat dinding baru merusak pintu,” ujar Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso.

Polisi lantas mengembangkan kasus itu dengan menyelidiki keterlibatan tiga pelaku dalam kasus lain. Hasilnya, Achmad Maulana dipastikan merupakan otak di balik pencurian itu.

Kepada penyidik, ia mengakui telah beraksi di sembilan lokasi. Semuanya merupakan pertokoan dan rumah kosong.

Sedangkan Rudi Hartono lebih sedikit. Ia beraksi di enam lokasi bersama Achmad Maulana.

“Ada dua laporan lain yang kami terima, dua tersangka itu diduga terlibat,” kata Slamet.

Sementara pelaku Fajar, diketahui baru pertama kali ini terlibat pencurian. Dia menjadi penunjuk jalan bagi kedua rekannya mencuri toko.

Biasanya, hasil pencurian mereka jual. Uangnya dibagi rata. Besarnya uang yang didapat tiap pelaku beragam. Mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 7 juta.

Untuk pencurian di toko elektronik Sinar Jaya, para pelaku juga membagi tiga uang hasil menjual barang curian. Pelaku Fajar mendapat Rp 600 ribu, pelaku Achmat Maulana mendapat Rp 1,3 juta dan pelaku Rudi Hartono mendapat bagian paling banyak, yaitu Rp 1,5 juta.

Kini, para pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya di atas lima tahun pidana penjara.

“Kami masih mengembangkan kasus ini. Kemungkinan ada pelaku lain yang terlibat,” pungkas Slamet. (tom/fun)