alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Mau Kembalikan Motor, Warga Beji Meninggal Mendadak di Surabaya

SURABAYA-Nahas dialami Purwanto, 44. Warga Jalan Kakap Dandang, RT 22/ RW 8, Kelurahan Glanggang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan itu meninggal mendadak saat hendak mengembalikan motor.

Ia meregang nyawa di Jalan Kutisari Selatan VII, Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya, Kamis (27/6) pagi. Korban meninggal dunia di samping motor Honda Kirana L 6489 MH milik temannya tersebut.

Mengetahui korban tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri, warga sekitar melaporkannya ke polisi. Korban akhirnya dibawa ke RSUD Dr Soetomo untuk menjalani visum.

Kanitreskrim Polsek Tenggilis, AKP Sidik Syamsul Hadi mengatakan, kejadian tersebut bermula saat korban meminjam motor temannya tersebut pada malam sebelum kejadian. Motor tersebut dipinjam korban karena temannya sesama kuli bangunan hendak kondangan ke rumah saudaranya di Madura. “Sepeda motor ini dipinjam korban malam harinya,” tuturnya.

EVAKUASI: Petugas saat mengevakuasi jenazah Purwanto untuk dibawa ke RSUD Dr. Soetomo. (Radar Surabaya)

Korban diduga saat itu pagi-pagi sekali menuju ke rumah temannya di jalan Kutisari Selatan VII. Ia hendak mengembalikan sepeda motor sekalian untuk berangkat kerja. Korban mengendarai sepeda motor dan sampai di depan rumah temannya tersebut.

Saat turun dari sepeda motor, tiba-tiba badan korban sempoyongan. “Kata saksi badannya sempoyongan terus tergeletak di samping motor. Kejadian tersebut dilihat anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi,” ujar perwira dengan tiga setrip di pundaknya itu pada Radar Surabaya Jawa Pos Grup.

Warga sekitar langsung berdatangan saat mendengar kabar ada orang tergeletak tersebut. Saat diperiksa, korban sudha tidak bernapas sehingga melaporkannya ke polisi. Teman korban baru tahu saat tetangga memanggilnya.

Korban kemudian dibawa ke RSUD Dr Soetomo untuk menjalani pemeriksaan terkait penyebab kematiannya. Sidik mengatakan, dugaan awal korban terkena serangan jantung.

Dikarenakan, saat pemeriksaan yang dilakukan Unit Inafis Polrestabes Surabaya  tidak ditemukan adanya tanda luka atau bekas kekerasan dalam tubuh korban.

“Kami sudah menghubungi pihak keluarga korban,” terang Sidik. (gun/JPG/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Jembatan Kedungasem Dibangun, Jalan Nasional Ditutup 8 Bulan  

Ditargetkan pertengahan November 2020, kontrak pengerjaan pembangunan jembatan yang fondasinya ambrol tersebut bisa dimulai.

Usulan Tambahan Pupuk Subsidi Tunggu Kejelasan Realokasi Provinsi    

BANGIL, Radar Bromo–Masuk akhir Oktober, kuota sisa pupuk bersubsidi urea di Kabupaten Pasuruan tersisa 8 ribu ton. Saat ini Dinas Pertanian masih menunggu instruksi...

Pencairan DBHCHT di Kab Pasuruan Tersisa Rp 36 Miliar  

Sampai akhir Oktober ini, DBHCHT yang sudah masuk ke kabupaten setempat mencapai Rp 146 Miliar.

Muncul Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

Mendekati Maulid Nabi, jumlah pedagang semakin banyak. Bahkan, tak sedikit yang lapaknya memakan bahu jalan dan membuat tenda semi permanen.

Mahasiswi asal Lumajang Polisikan Eeks Pacar usai Dianiaya-HP-nya Dirampas

Korban menjalin hubungan asmara dengan RV selama 3 tahun.