Sudah Pesan Kue, Ultah Deeja Urung Digelar karena Tragedi Mobil Terbakar

PANDAAN, Radar Bromo – Kamis (28/5) sejatinya Khadeeja Firzauzi Azzahra, 4, bersuka ria dengan teman-temannya. Ya, putri tunggal pasangan suami-istri (pasutri) Erlangga Eka Prasetya Agus dan Iin Munawaroh itu akan berulang tahun pada 28 Mei.

Bahkan, Iin sang ibu pun sudah memesankan kue ulang tahun untuk Deeja, panggilannya. Rencananya, ulang tahun Deeja akan dirayakan secara sederhana di rumah mereka dengan mengundang teman-teman kecilnya. Bahkan, tahun ini rencananya Deeja mulai masuk TK yang ada di lingkungan sekitar.

Namun, rencana itu tidak akan pernah terlaksana. Sebab, Deeja meninggal bersamaan dengan terbakarnya Sedan Daihatsu Charade Nopol N 1274 CV milik tetangga mereka, Rifki Fadian Dwi Andri, 33.

 

Pasutri itu sendiri shock berat saat tahu Deeja meninggal dengan cara mengenaskan, kemarin (26/5). Keduanya terus menangis. Bahkan, berkali-kali mereka pingsan setelah melihat kondisi jenazah Deeja saat dievakuasi dari mobil.

Pasutri itu memang memaksa ke TKP untuk melihat kondisi Deeja terakhir kali. Walaupun sebenarnya, petugas melarang. Petugas khawatir, keduanya shock dan tidak sanggup melihat.

Tetangga di sekitar mereka pun berusaha menenangkan keduanya. Termasuk Kapolsek Pandaan AKP I Made Suardana dan Kades Nogosari Iswahyudi. Namun, upaya itu tidak banyak membantu. Iin terus menangis histeris. Sementara Erlangga berkali-kali bergumam seorang diri.

“Anak saya sudah di surga, Mas. Anak saya sudah di surga. Dia ada di surga sekarang,” katanya berkali-kali sambil terus menangis.

Tetangga yang berusaha menenangkan pun mengamini ucapan Erlangga.

 

Baca Juga: Dua Balita di Pandaan Tewas di Mobil Tetangga yang Terbakar

 

Erlangga bercerita, sebelum kejadian itu, dia dan istrinya sedang santai di rumah. Dia tidak tahu anaknya sedang bermain di dalam sedan. Yang dia tahu, Deeja pamit bermain ke rumah Rafa.

Erlangga dan istrinya pun mengizinkan. Sebab, tiga balita itu memang kerap main bersama. Mereka tidak tahu bahwa Rafa sedang tidak di rumah saat itu. Dia ikut orang tuanya berlebaran ke Beji.

Lalu tiba-tiba mereka dikejutkan oleh kebakaran sedan milik Rifki, orang tua Rafa. Bersamaan dengan itu, Iin berniat mencari keberadaan Deeja yang pamit main ke rumah Rafa.

“Saya dan warga tahunya mobil sudah terbakar. Seketika itu kami bergegas datang dan memadamkan api. Setelah padam, ternyata ada anak perempuan saya di dalam mobil. Juga ada anak tetangga depan rumah sudah meninggal,” ucap Erlangga sambil menangis.

Erlangga pun langsung shock. Dia tidak menyangka, hari itu adalah hari terakhir anaknya pamit bermain.

“Kami tak menyangka sama sekali akhirnya terjadi seperti ini. Padahal, Kamis Deeja ulang tahun dan sudah kami pesankan kue untuk ulang tahunnya,” ujarnya.

Erlangga mengaku tidak punya firasat buruk sama sekali sebelumnya. Semuanya biasa-biasa saja. “Tuhan berkendak lain. Kami hanya bisa pasrah dan ikhlas menerima meskipun berat,” tuturnya.

 

Baca Juga: Mobil Terbakar yang Tewaskan 2 Balita di Pandaan Pintunya Rusak

 

Kondisi serupa juga dialami orang tua korban Aidan Gilang Maulana, 4. Pasutri M. Feri Maulana dan Devi Azizatul Choiroh, langsung shock saat tahu anaknya meninggal di dalam mobil yang terbakar.

Saat itu, menurut Devi, korban Aidan pamit bermain ke rumah Rafa. Devi sendiri sedang di rumah bersama kakak Aidan yaitu Noviza Eka Sukma Putri, 9. Aidan adalah anak bungsu dari dua bersaudara.

Sementara itu, ayah korban, M. Feri Maulana sedang bekerja di pabrik. Feri baru tahu anaknya meninggal setelah dikabari tetangganya. Dia pun langsung pulang saat itu juga.

“Saya kaget dengar anak saya meninggal. Saya sama sekali tidak menduga,” tutur Feri yang saat itu ditenangkan tetangga dan kerabatnya.

Sama dengan Deeja, korban Aidan pun tahun ini rencananya akan mulai masuk TK yang ada di lingkungan sekitar. Namun, rencana itu pun tinggal rencana.

Jenazah kedua korban dimakamkan selepas isya, tadi malam. Kedua korban dimakamkan di TPU Dusun Nampes, berjarak sekitar 600 meter dari rumah duka. (zal/hn)