alexametrics
28C
Probolinggo
Saturday, 16 January 2021

Coba Mediasi Polemik Karyawan-Apotek Supaya Tak ke Ranah Hukum

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Masih ingat dengan insiden yang menimpa Yuliati, 33. Polemik ketenagakerjaan antara karyawan apotek Sumber Waras ini menjadi perhatian Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kota Probolinggo. SPSI mengupayakan kasus ini bisa dimediasi dan tak sampai berlanjut ke ranah hukum.

Hal itu diungkapkan Siti Zuroidah Ampetawati selaku kuasa hukum. Menurut Siti, polemik ini juga sudah ditembuskan ke DPRD, untuk kemudian bisa dilakukan hearing. Keputusan akhir apakah masuk ke jalur hukum atau tidak masih menunggu hasil keputusan mediasi dan juga hearing dewan.

Pada tanggal 20 April, ia bersama dengan kliennya ke Kantor Cabang SPSI Kota Probolinggo. “Pada saat itu ditemui langsung oleh ketua DPC K SPSI Kota Probolinggo Faisol,” terang Siti.

Dengan demikian ia masih menunggu langkah dari DPC KSSPSI Kota Probolinggo serta. Selain itu juga ia telah mengirimkan surat permintaan hearing kepada DPRD Kota Probolinggo. “Apakah nantinya kami lanjut ke ranah hukum atau tidak, masih menunggu langkah dari DPC KSPSI. Kami juga telah memasukkan surat permintaan hearing dan juga sudah kami terima disposisinya 22 April lalu. Jadi masih tunggu kabar lanjutan mengenai hearingnya,” katanya.

Di sisi lain, perkara soal Yuliati juga ditanggapi Faisol Ketua DPC KSPSI Kota Probolinggo. Menurutnya, terkait dengan kasus tersebut, masih dalam proses pra mediasi. “Pihak Sumber Waras sudah mau kasih hak-haknya. Besok hari senin (27/4) kita pertemukan pekerja dan pihak apotik,” katanya saat dihubungi Minggu (26/4) siang.

Disinggung mengenai apa saja hak yang harus diberikan, Faisol menerangkan, hak itu harus sesuai dengan yang tertuang pada pasal 156 UU Tenaga Kerja. Mulai dari persangon, gaji pokok dan lainnya. “Kalau haknya normatif, sesuai pasal 156 UU tentang Ketenagakerjaan,” beber Faisol.

Diberitakan sebelumnya, Yuliati, 33 warga Jl Cempaka, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo yang merupakan karyawan apotek Sumber Waras di Jl Panglima Sudirman, diberhentikan sepihak. Yuliati sempat dituding terjangkit Covid-19. Padahal hasil tes yang dilakukan Minggu (18/4) negatif. Tudingan tersebut karena karyawan yang sudah bekerja selama 19 tahun di apotek itu sering sakit sesak napas. Ia diberhentikan sepihak pada tanggal 17 April 2020.

Sementara dari keterangan Heni Julita, pemilik apotek Sumber Waras yang ditemui di apoteknya membenarkan pemberhentian itu. Menurutnya, salah satu alasan yang mendasar karena Yuliati sering izin untuk tidak masuk. Selain itu karena sakit yang dialaminya, maka sering pulang sebelum waktunya.

Hanya saja lanjut Heni, memang Citro, suaminya mengatakan agar Yuliati segera memeriksakan diri. Yuliati diminta untuk periksa Covid-19. Mengingat saat ini kondisi di Kota Probolinggo dan juga nasional sedang ramai mengenai virus Covid-19. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU