DPRD Kab Pasuruan Minta Ruang Privat Tiap Anggota, Sedot Rp 50 M  

BANGIL, Radar Bromo – Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan bakal memiliki ruangan sendiri. Itu, seandainya pengajuan anggaran untuk ruang privat dewan tersebut disetujui.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan menyampaikan, ruang privat bagi setiap anggota DPRD Kabupaten Pasuruan memang dibutuhkan. Tujuannya, untuk menerima tamu masing-masing anggota dewan. Seperti menerima keluarga ketika ada sebuah acara.

“Selama ini kan anggota dewan tidak memiliki tempat tersendiri. Sehingga, keluarga masing-masing anggota dewan kerap keleleran saat ada kegiatan. Misalnya pelantikan,” jelas dia.

Untuk itulah, perlu ruang khusus bagi masing-masing anggota dewan. Ruang khusus itu, seperti yang telah dimiliki anggota legislatif di Surabaya. Setiap anggota di sana, sudah punya ruang tersendiri. “Bahkan, beberapa daerah juga memiliki wacana serupa,” ujar Dion.

Menurut Dion, rencana kepemilikan ruang pribadi itu, sempat muncul tahun lalu. Hanya saja, tidak ada ketersediaan anggaran yang memadai. Akibatnya, keinginan untuk memiliki ruang tersendiri gagal terealisasi.

Pihaknya berharap ruang mandiri para anggota dewan bisa terwujud tahun depan. Memang, diakuinya hal itu membutuhkan biaya yang tak sedikit. Bisa mencapai Rp 50 miliar.

“Ruangan tersebut dibutuhkan untuk setiap anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. Di mana, jumlahnya 50 orang. Anggarannya besar karena baru estimasi. Seperti di Sleman, Jawa Tengah, menghabiskan Rp 102 miliar. Memang bukan untuk pembangunan ruang mandiri dewan, tetapi juga gedung baru kantor DPRD setempat,” pungkasnya. (one/hn)