Bagian Perekonomian Kab Probolinggo Sebut Daya Beli Masyarakat Turun Sejak Ada Wabah

SEPI: Pedagang di pasar Semampir menjajakan dagangannya. Sejak wabah virus korona, Bagian Perekonomian Pemkab Probolinggo mencatat terjadi penurunan daya beli masyarakat. (Foto: M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo– Dampak virus korona atau Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) di sektor perekonomian makin terasa di Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Bagian Perekonomian pemkab setempat, pandemi Covid-19 berpengaruh kepada daya beli masyarakat.

Hal iu disampaikan Susilo Isnady Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan kajian yang dilakukannya, daya beli masyarakat beberapa hari terakhir mengalami penurunan. Namun, ia tidak menjelaskan penurunan yang terjadi seberapa besar.

“Yang pasti ada penurunan. Karena masyarakat sendiri saat ini banyak yang takut keluar rumah. Karena itu, menjadikan daya beli menurun,” ungkapnya.

Selain itu, banyaknya jumlah warga yang sementara tidak berpenghasilan. Sebab, ada beberapa usaha yang merumahkan karyawannya karena tidak berproduksi. Itu juga menjadi penyebab menurunnya daya beli masyarakat.

“Ada sekitar 5.000 usaha mikro terdampak. Mereka ada yang tidak beroperasi dan juga beroperasi, namun dengan omset yang minim,” katanya.

Menghadapi situasi demikian, pihaknya gencar melakukan pengecekan harga pasar. Pasalnya, pihaknya tidak ingin terjadi kenaikan harga yang signifikan dan juga kelangkaan bahan pangan. Hasil pengecekannya, ada beberapa komoditi bahan pokok yang mengalami kenaikan.

“Gula yang pasti naik. Terus daging dan beras. Itu mengalami kenaikan semuanya, ” terangnya.

Untuk gula saat ini berkisar Rp 18 ribu perkilogram dari sebelumnya Rp 16- 17 ribu perkilogram, selanjutnya Daging Sapi dari semula Rp 90 ribu oerkilogram menjadi Rp 100 ribu. Sedangkan beras yang medium dari semula harga Rp 9 ribu perkilogram menjadi Rp 10 ribu perkilogram.

“Karena itu kami merancang pemberian bantuan bagi masyarakat yang tidak berpenghasilan. Tetapi, bantuannya seperti apa masih kami rancang,” ungkapnya. (sid/fun)