alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Pemkab Siapkan Proses Pemberhentian Kades Jabung Candi usai Vonis

KRAKSAAN, Radar Bromo – Vonis telah dijatuhkan kepada Kepala Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo Ahmad Haris, langsung direspons Pemkab Probolinggo. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kabupaten setempat akan segera memproses pemberhentian kepala desa yang tersandung kasus pemerasan dalam jabatan.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Aparatur Pemerintah Desa Dinas PMD Bambang Susmoko. Menurutnya, informasi mengenai vonis kades itu belum ia terima. Namun, jika memang kades tersebut diputus bersalah, maka akan segera diproses untuk pemberhentiannya.

“Belum tahu saya jika sudah diputus. Apakah memang diputus?” katanya saat dikonfirmasi dengan nada bertanya.

Menurutnya, pihaknya akan mempelajari terlebih dulu mengenai putusan tersebut. Apakah diputus tidak bersalah atau diputus bersalah. Dari telaah yang akan dilakukan itu, lantas pihaknya akan memproses sanksi.

“Kami kan belum tahu diputusnya seperti apa. Apakah bersalah atau tidak bersalah?” ujarnya.

Jawa Pos Radar Bromo memberikan informasi mengenai putusan yang didapat Ahmad Haris. Majelis hakim memvonisnya 16 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan. Vonis itu sudah dibacakan saat sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya.

Mendengar hal demikian, menurut pria yang akrab disapa Bambang itu menyebutkan, pihaknya akan segera memproses pemberhentian kades tersebut. Apalagi, kades selama menjadi terdakwa telah diberhentikan sementara dari jabatannya.

“Tentunya akan diproses jika sudah diputus bersalah. Nanti kami buatkan suratnya dan kemudian kami ajukan kepada Bupati,” tuturnya. (sid/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Vonis telah dijatuhkan kepada Kepala Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo Ahmad Haris, langsung direspons Pemkab Probolinggo. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kabupaten setempat akan segera memproses pemberhentian kepala desa yang tersandung kasus pemerasan dalam jabatan.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Aparatur Pemerintah Desa Dinas PMD Bambang Susmoko. Menurutnya, informasi mengenai vonis kades itu belum ia terima. Namun, jika memang kades tersebut diputus bersalah, maka akan segera diproses untuk pemberhentiannya.

“Belum tahu saya jika sudah diputus. Apakah memang diputus?” katanya saat dikonfirmasi dengan nada bertanya.

Menurutnya, pihaknya akan mempelajari terlebih dulu mengenai putusan tersebut. Apakah diputus tidak bersalah atau diputus bersalah. Dari telaah yang akan dilakukan itu, lantas pihaknya akan memproses sanksi.

“Kami kan belum tahu diputusnya seperti apa. Apakah bersalah atau tidak bersalah?” ujarnya.

Jawa Pos Radar Bromo memberikan informasi mengenai putusan yang didapat Ahmad Haris. Majelis hakim memvonisnya 16 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan. Vonis itu sudah dibacakan saat sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya.

Mendengar hal demikian, menurut pria yang akrab disapa Bambang itu menyebutkan, pihaknya akan segera memproses pemberhentian kades tersebut. Apalagi, kades selama menjadi terdakwa telah diberhentikan sementara dari jabatannya.

“Tentunya akan diproses jika sudah diputus bersalah. Nanti kami buatkan suratnya dan kemudian kami ajukan kepada Bupati,” tuturnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/