alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ciduk Pasangan Tak Resmi Sekamar hingga Pesta Miras-Pil di Indekos

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MAYANGAN-Tiga pasangan tak resmi digelandang ke Mako Satpol PP Kota Probolinggo di Jalan Panglima Sudirman, Sabtu malam (26/1) sekitar pukul 22.00. Ketiga pasangan tak resmi itu diciduk lantaran kedapatan berduaan di kamar indekos.

Petugas juga menciduk remaja laki-laki dan perempuan di kamar kos, usai menelan pil koplo. Tak hanya itu, petugas juga membawa remaja yang kedatapatan tengah menenggak miras dan membawa perempuan yang tidak memiliki KTP di sebuah rumah kos.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, petugas penegak perda menggunakan empat kendaraan untuk menggelar operasi pekat, malam itu. Lokasi pertama yang dituju adalah rumah kos di jalan Panglima Sudirman, belakang mini market, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan.

Di indekos itu, petugas mendapati pasangan suami istri yang mengaku sudah kawin siri. Lantaran tak dapat menunjukkan surat-surat sah, keduanya bersama anak kecil lantas dibawa ke mako satpol pp.

Lokasi kedua yang jadi tujuan adalah rumah kontrakan di kelurahan Jati, tepatnya di timur garasi Akas IV. Di rumah kos timur rel KA tersebut, petugas menciduk 2 perempuan dan 3 remaja lelaki di dalam satu kamar. Mereka diduga usai pesta pil koplo.

Selanjutnya, petugas menyisir indekos di belakang kantor Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran. Di indekos itu, petugas mendapati lelaki dan perempuan di dalam kamar. Sang lelaki mengaku bahwa perempuan itu adalah adiknya. Namun, karena alamat di KTP tak sama, maka pasangan itu pun juga dibawa ke Mako Satpol PP.

Petugas juga menyisir, indekos di sisi timur dari lokasi awal di Tisnonegaran. Hasilnya, ditemukan seorang lelaki dan 2 perempuan dalam satu kamar. Namun, ketiga orang itu tidak dibawa ke mako Satpol PP. Mengingat, perempuan dan si lelaki, suami-istri sah. Sedang yang seorang perempuan, teman satu kosan yang bertamu atau bermain ke kamar pasangan tersebut.

Penyisiran dilanjutkan ke rumah kos, selatan atau belakang kantor kelurahan yang sama. Petugas mendapati sepasang muda-mudi di salah satu kamar. Saat ditanya, si lelaki mangaku, kalau perempuan yang tidur dengannya adalah tunangannya. “Ini tunangan saya pak. Saya sudah pisah dengan istri pertama,” akunya ke petugas.

TERCYDUK: Sejumlah pasangan tak resmi dan remaja yang pesta miras dan pil saat dibawa ke Mako Satpol PP. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Saat diminta ikut ke kantor Satpol PP, si lelaki mengatakan, kalau calon istrinya sedang sakit. Ia meminta petugas untuk tidak membawa tunangannya. Namun, permintaan tidak dikabulkan, pasangan yang belum nikah itu, dinaikkan ke kendaraan dinas. “Ayo ikut saja. Kalau nanti tidak enak badan, kami bawa ke klinik,” ujar Hendra Kusuma Kasi Operasi pada Dinas Satpol PP.

Penyisiran dilanjutkan ke rumah kos Kelurahan Ketapang, namun hasilnya nihil. Sebelum kembali ke mako Satpol PP, operasi malam minggu tersebut singgah di rumah kos Jalan Flamboyan, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan.

Di rumah kos paling ujung utara, tidak menemukan apa-apa. Petugas lantas menyasar rumah kos, di pertengahan. Hasilnya, tiga remaja didapati tengah pesta miras di kamar kos dan pasangan suami istri yang tidak nikah sah. Mereka diangkut kendaraan dinas ke mako, bersama barang bukti 3 botol miras jenis arak.

Diketahui belakangan, tiga remaja tersebut warga Kabupaten Jember, kos di jalan Flamboyan, tengah PSG di salah satu showroom kendaraan roda empat. “Menurut informasi yang kita terima rumah kos ini, sering dibuat minum. Imbuh Hendra

Hendra menyebut razia yang dilakukan atas laporan warga yang melapor tentang banyaknya pasangan tak resmi tinggal di rumah kos. “Ya, akhirnya kami tindak lanjuti laporan itu. Ternyata, kami mendapati 3 pasangan yang tidak nikah sah,” pungkasnya. (rpd/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANGAN-Tiga pasangan tak resmi digelandang ke Mako Satpol PP Kota Probolinggo di Jalan Panglima Sudirman, Sabtu malam (26/1) sekitar pukul 22.00. Ketiga pasangan tak resmi itu diciduk lantaran kedapatan berduaan di kamar indekos.

Petugas juga menciduk remaja laki-laki dan perempuan di kamar kos, usai menelan pil koplo. Tak hanya itu, petugas juga membawa remaja yang kedatapatan tengah menenggak miras dan membawa perempuan yang tidak memiliki KTP di sebuah rumah kos.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, petugas penegak perda menggunakan empat kendaraan untuk menggelar operasi pekat, malam itu. Lokasi pertama yang dituju adalah rumah kos di jalan Panglima Sudirman, belakang mini market, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan.

Mobile_AP_Half Page

Di indekos itu, petugas mendapati pasangan suami istri yang mengaku sudah kawin siri. Lantaran tak dapat menunjukkan surat-surat sah, keduanya bersama anak kecil lantas dibawa ke mako satpol pp.

Lokasi kedua yang jadi tujuan adalah rumah kontrakan di kelurahan Jati, tepatnya di timur garasi Akas IV. Di rumah kos timur rel KA tersebut, petugas menciduk 2 perempuan dan 3 remaja lelaki di dalam satu kamar. Mereka diduga usai pesta pil koplo.

Selanjutnya, petugas menyisir indekos di belakang kantor Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran. Di indekos itu, petugas mendapati lelaki dan perempuan di dalam kamar. Sang lelaki mengaku bahwa perempuan itu adalah adiknya. Namun, karena alamat di KTP tak sama, maka pasangan itu pun juga dibawa ke Mako Satpol PP.

Petugas juga menyisir, indekos di sisi timur dari lokasi awal di Tisnonegaran. Hasilnya, ditemukan seorang lelaki dan 2 perempuan dalam satu kamar. Namun, ketiga orang itu tidak dibawa ke mako Satpol PP. Mengingat, perempuan dan si lelaki, suami-istri sah. Sedang yang seorang perempuan, teman satu kosan yang bertamu atau bermain ke kamar pasangan tersebut.

Penyisiran dilanjutkan ke rumah kos, selatan atau belakang kantor kelurahan yang sama. Petugas mendapati sepasang muda-mudi di salah satu kamar. Saat ditanya, si lelaki mangaku, kalau perempuan yang tidur dengannya adalah tunangannya. “Ini tunangan saya pak. Saya sudah pisah dengan istri pertama,” akunya ke petugas.

TERCYDUK: Sejumlah pasangan tak resmi dan remaja yang pesta miras dan pil saat dibawa ke Mako Satpol PP. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Saat diminta ikut ke kantor Satpol PP, si lelaki mengatakan, kalau calon istrinya sedang sakit. Ia meminta petugas untuk tidak membawa tunangannya. Namun, permintaan tidak dikabulkan, pasangan yang belum nikah itu, dinaikkan ke kendaraan dinas. “Ayo ikut saja. Kalau nanti tidak enak badan, kami bawa ke klinik,” ujar Hendra Kusuma Kasi Operasi pada Dinas Satpol PP.

Penyisiran dilanjutkan ke rumah kos Kelurahan Ketapang, namun hasilnya nihil. Sebelum kembali ke mako Satpol PP, operasi malam minggu tersebut singgah di rumah kos Jalan Flamboyan, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan.

Di rumah kos paling ujung utara, tidak menemukan apa-apa. Petugas lantas menyasar rumah kos, di pertengahan. Hasilnya, tiga remaja didapati tengah pesta miras di kamar kos dan pasangan suami istri yang tidak nikah sah. Mereka diangkut kendaraan dinas ke mako, bersama barang bukti 3 botol miras jenis arak.

Diketahui belakangan, tiga remaja tersebut warga Kabupaten Jember, kos di jalan Flamboyan, tengah PSG di salah satu showroom kendaraan roda empat. “Menurut informasi yang kita terima rumah kos ini, sering dibuat minum. Imbuh Hendra

Hendra menyebut razia yang dilakukan atas laporan warga yang melapor tentang banyaknya pasangan tak resmi tinggal di rumah kos. “Ya, akhirnya kami tindak lanjuti laporan itu. Ternyata, kami mendapati 3 pasangan yang tidak nikah sah,” pungkasnya. (rpd/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2