Cabuli Siswi SD, Duda asal Krejengan Ditangkap

PAJARAKAN, Radar Bromo – Sungguh pilu yang dialami sebut saja Bunga (nama disamarkan), 7, warga Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Siswi kelas 1 SD itu dicabuli MS, 52, tetangganya. Karena perbuatannya itu, kini MS dibui.

Sebelum tindakan MS itu terbongkar, sudah tiga kali MS mencabuli Bunga. Terakhir, MS mencabuli Bunga pada Sabtu (9/11). Perbuatan MS itu akhirnya diketahui keluarga korban. Sehingga, keluarga korban melaporkan MS.

Saat itu sekitar pukul 16.00, korban menonton televisi sendirian di rumahnya. Sementara ibu Bunga, sedang salat Asar. “Saat ibu korban selesai salat Asar, dia tidak mendapati anaknya di depan televisi. Ibunya pun mencari korban dan mendapati sandal korban di depan rumah pelaku,” kata Kanit PPA Polres Probolinggo Bripka Isyana Reny Antasari.

Sang ibu awalnya tidak merasa curiga. Ia pun memanggil korban untuk pulang. Karena dipanggil, korban langsung keluar dari rumah MS. Saat itulah, sang ibu melihat celana dalam korban berantakan. “Korban kan sudah dimandikan oleh ibunya. Melihat anaknya tidak rapi terutama dibagian celana dalam, akhirnya ibunya bertanya,” kata Reny.

Bunga pun langsung menceritakan perbuatan MS padanya. Bunga saat itu mengaku, MS memasukkan jarinya ke kemaluannya. Hal itu dilakukan di depan TV dan korban tiduran di atas kasur.

MS sendiri, tinggal sendirian di rumahnya. Istrinya sudah meninggal dan anaknya telah berkeluarga. “Mendengar penjelasan korban, orang tua korban tidak terima dan langsung melaporkan kejadian itu,” tandasnya.

Petugas Unit PPA pun langsung melakukan penyelidikan. Dan Kamis (21/11), pelaku diamankan di rumahnya. Pelaku tidak melawan saat ditangkap. Dia pun langsung digelandang ke Mapolres untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Tersangka kami amankan sekitar sebelas hari kemudian dari kejadian terakhir. Itu, setelah kami melakukan serangkaian penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa pelaku di rumahnya,” kata Reny.

Berdasarkan pengakuan pelaku, ia telah mencabuli korban tiga kali. Itu dilakukan di rumahnya ketika kondisi sepi. Agar aksinya tidak diketahui, pelaku mengancam korban supaya tutup mulut.

“Korban diancam agar tidak memberitahu siapapun. Karena itu aksinya baru terbongkar saat ini,” terangnya. (sid/hn)