alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Kondisi Motor Bertahun-tahun Berada di Satlantas Polres Probolinggo, Ada yang Diambil setelah 10 Tahun Ditilang

Adalah biasa saat sebuah motor diamankan sebagai barang bukti (BB) dalam operasi atau razia yang dilakukan petugas Satlantas. Motor-motor itu pun bisa diambil pemiliknya saat surat-surat kendaraan bermotornya lengkap. Namun, ada juga motor yang ternyata tidak diurus oleh pemiliknya selama bertahun-tahun. Motor-motor itu saat ini ditumpuk di gudang Satlantas Polres Probolinggo.

—————–

Tidak hanya untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, Kantor Satlantas Polres Probolinggo di Jalan Suroyo Kota Probolinggo, juga jadi tempat menyimpan barang bukti (BB) sepeda motor. Di halaman belakang kantor ini, BB sepeda motor itu disimpan.

Tidak heran. Ada banyak sepeda diparkir di sana. Tentu, motor-motor itu bukan diparkir pemiliknya. Kebanyakan diamankan petugas Satlantas karena pelanggaran.

Tidak hanya diparkir di halaman. Di antara motor-motor yang ada di sana, ada 70 motor yang ditumpuk di gudang. Semua motor itu kondisinya tak terawat.

Bukan karena sengaja dibiarkan tak terawat. Motor-motor itu diamankan petugas bertahun-tahun lalu. Namun, pemiliknya lantas membiarkannya. Tidak kembali untuk mengurus dan mengambil motor milik mereka.

”Kalau motor-motor yang di halaman itu, hasil giat razia terbaru, masih belum lama. Tapi, kalau di gudang itu hasil pelanggaran giat bertahun-tahun,” kata salah satu petugas Satlantas Polres Probolinggo.

Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Purwanto Sigit Raharjo menyebut, kendaraan bermotor diamankan karena melanggar. Umumnya, pelanggar tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor. Sehingga, pihaknya melakukan tindakan tilang dengan mengamankan kendaraan bermotor sebagai barang bukti.

Beda lagi kalau pengendara tidak membawa SIM, tidak memakai helm, atau pajak kendaraan mati. “Dengan jenis pelanggaran tersebut, kami tidak mengamankan kendaraan bermotor, tapi menindak tilang dengan menjadikan STNK sebagai barang bukti (BB),” tuturnya.

Saat kendaraan bermotor diamankan akibat pelanggaran, harusnya pemilik motor mengurusnya dengan mengikuti sidang. Kemudian, membayar denda yang diputus pengadilan. Selanjutnya, dengan menunjukkan kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor, pemilik bisa membawa motornya kembali.

“Tapi kenyataannya, tidak jarang para pelanggar yang tidak mengurus dan mengambil motornya. Entah alasan dan faktornya apa, saya tidak bisa mengira-ngira,” ungkapnya.

Akibatnya, banyak motor yang kemudian menumpuk di kantor Satlantas, lantaran tidak diurus oleh pemiliknya. Semua motor itu kemudian disimpan di gudang. Sebab dikhawatirkan, meski pelanggaran sudah lama terjadi, pemilik tiba-tiba datang dan menanyakan motor yang diamankan.

Kondisi ini bahkan pernah terjadi. Suatu hari di tahun 2018, petugas tilang kedatangan pemilik motor yang melanggar. Setelah dicek surat tilangnya, rupanya pelanggaran dan tindakan tilang itu terjadi tahun 2008. Sementara pemilik motor atau pelanggar baru datang mengurus tahun 2018.

Selama 10 tahun, pemilik motor tidak mengambil motornya. Sebab, pemilik lama menjadi TKI di luar negeri. Dan baru mengurus setelah pulang kembali.

”Pemilik motor yang melanggar ini datang dengan membawa kelengkapan surat kendaraan bermotornya yaitu STNK dan BPKB. Karena kondisi sudah lama, akhirnya dicari bersama di gudang. Alhamdulillah, motor itu ada di bawah tumpukan tiga motor lainnya,” ungkapnya.

Saat ini, menurut Kasat Lantas, setidaknya ada sekitar 70 unit motor yang bertahun-tahun ada di gudang. Motor itu tidak bisa dihilangkan begitu saja. Namun, karena keterbatasan gudang, motor-motor itu hanya dibiarkan terparkir dan ditumpuk dengan kendaraan lainnya.

”Tiap kali kami melakukan giat razia kendaraan bermotor, sering kami mengamankan unit motor sebagai barang bukti. Apalagi sekarang Operasi Zebra 2019, giat razia terus dilakukan. Motor-motor yang diamankan akhirnya harus diparkir luar gudang karena keterbatasan tempat,” terangnya.

Bulan lalu Satlantas Polres Probolinggo sudah mengumumkan dan memamerkan barang bukti (BB) kendaraan bermotor yang diamankan. Dengan harapan, saat ada warga kehilangan motor, bisa dicek langsung. Siapa tahu motor hilang itu ada pada motor yang diamankan petugas.

”Sempat kami keluarkan semua dan pamerkan, supaya bisa dicek langsung oleh warga. Tapi, ternyata tidak ada motor milik warga yang hilang,” ungkapnya. (mas/hn/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.