alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Ditarget 753 Ribu Ton, Produksi Padi di Kab Pasuruan Belum Terpenuhi

BANGIL, Radar Bromo – Target produksi padi di wilayah Kabupaten Pasuruan belum sepenuhnya terpenuhi. Hingga September, Pemkab baru merealisasikan sekitar 75 persen dari target. Berbagai upaya terus dilakukan. Mulai bantuan bibit hingga perluasan area tanam, agar mampu mengejar target produksi padi tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Yetti Purwaningsih menyampaikan, produksi padi tahun ini ditargetkan bisa menembus 753 ribu ton. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, target produksi tersebut tak mengalami perubahan.

Sejauh ini, diakuinya belum sepenuhnya target tersebut terpenuhi. Karena hingga September, realisasi produksi padi, baru tercapai 525 ribu ton. “Masih ada sekitar 228 ribu ton yang harus kami kejar,” kata Yetti disela-sela gerakan menanam padi bersama Santri, Polri dan TNI di wilayah Beji, Jumat (25/10).

Yetti menambahkan, upaya untuk mengejar target produksi padi itu terus dilakukan. Selain support bibit untuk lahan kering, juga penyiapan bibit untuk lahan persawahan. Langkah ini dilakukan, agar upaya mengejar target produksi itu kesampaian.

Selain support bibit, pihaknya juga berusaha untuk memperluas area tanam. Perluasan itu dilakukan, dengan upaya memaksimalkan lahan-lahan produksi. Lahan yang biasanya hanya berproduksi sekali, diharapkan bisa naik hingga dua kali bahkan bisa sampai tiga kali.

Langkahnya dengan pembenahan-pembenahan jaringan irigasi hingga pembangunan sumur bor, untuk memaksimalkan pengairan sawah produksi. “Program tersebut terus kami jalankan. Sehingga, bisa mendorong produktifitas lahan pertanian,” sampainya.

Ia menegaskan, luas baku sawah saat ini, mencapai 36 ribu hektare. Meski begitu, luasan tanam padi, lebih dari 36 ribu hektare. Karena, lahan 36 ribu tersebut, tak hanya bisa ditanami sekali. Tetapi bisa dua kali hingga tiga kali produksi padi.

Hingga saat ini, luas tanam di wilayah Kabupaten Pasuruan, mencapai 112 ribu hektar. “Jumlah itu berhasil kami tingkatkan. Sebelumnya, hanya sekitar 110 ribu hektar,” pungkasnya. (one/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Target produksi padi di wilayah Kabupaten Pasuruan belum sepenuhnya terpenuhi. Hingga September, Pemkab baru merealisasikan sekitar 75 persen dari target. Berbagai upaya terus dilakukan. Mulai bantuan bibit hingga perluasan area tanam, agar mampu mengejar target produksi padi tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Yetti Purwaningsih menyampaikan, produksi padi tahun ini ditargetkan bisa menembus 753 ribu ton. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, target produksi tersebut tak mengalami perubahan.

Sejauh ini, diakuinya belum sepenuhnya target tersebut terpenuhi. Karena hingga September, realisasi produksi padi, baru tercapai 525 ribu ton. “Masih ada sekitar 228 ribu ton yang harus kami kejar,” kata Yetti disela-sela gerakan menanam padi bersama Santri, Polri dan TNI di wilayah Beji, Jumat (25/10).

Yetti menambahkan, upaya untuk mengejar target produksi padi itu terus dilakukan. Selain support bibit untuk lahan kering, juga penyiapan bibit untuk lahan persawahan. Langkah ini dilakukan, agar upaya mengejar target produksi itu kesampaian.

Selain support bibit, pihaknya juga berusaha untuk memperluas area tanam. Perluasan itu dilakukan, dengan upaya memaksimalkan lahan-lahan produksi. Lahan yang biasanya hanya berproduksi sekali, diharapkan bisa naik hingga dua kali bahkan bisa sampai tiga kali.

Langkahnya dengan pembenahan-pembenahan jaringan irigasi hingga pembangunan sumur bor, untuk memaksimalkan pengairan sawah produksi. “Program tersebut terus kami jalankan. Sehingga, bisa mendorong produktifitas lahan pertanian,” sampainya.

Ia menegaskan, luas baku sawah saat ini, mencapai 36 ribu hektare. Meski begitu, luasan tanam padi, lebih dari 36 ribu hektare. Karena, lahan 36 ribu tersebut, tak hanya bisa ditanami sekali. Tetapi bisa dua kali hingga tiga kali produksi padi.

Hingga saat ini, luas tanam di wilayah Kabupaten Pasuruan, mencapai 112 ribu hektar. “Jumlah itu berhasil kami tingkatkan. Sebelumnya, hanya sekitar 110 ribu hektar,” pungkasnya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/