alexametrics
29C
Probolinggo
Tuesday, 26 January 2021

Diduga Mengantuk, Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Jalur Bangil-Sukorejo

SUKOREJO – Ini peringatan agar kita tak mengendarai motor dalam kondisi mengantuk. Sebab, lengah sedikit, bisa berakibat fatal.

Hal itu seperti yang dialami Hariono, 37, warga Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang. Ia menabrak seorang pejalan kaki saat mengendarai sepeda motor.

Akibatnya, Hariono luka-luka. Termasuk pejalan kaki yang ditabraknya, yaitu Sabillah, 39, warga Palang, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Hariono mengalami luka robek di bibir atas, kaki kanan dan kiri lecet. Lalu, tangan kanan lecet. Sementara pejalan kaki, mengalami memar pada kaki kanan. Lalu, dahi benjol, tangan kiri dan lutut kiri lecet.

Keduanya pun langsung dibawa ke IGD Puskesmas Sukorejo oleh petugas Satlantas setempat, dibantu warga sekitar. Sementara Yamaha Vixion yang terlibat kecekaan diamankan di Poslantas Sukorejo.

Kecelakaan itu terjadi di ruas jalan kabupaten jurusan Sukorejo – Bangil, Sabtu (25/8). Masuk Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo.

Kecelakaan sendiri berawal saat Hariono mengendarai Yamaha Vixion nopol N 5744 TBG, sekitar pukul 23.30. Warga Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan itu, melaju dengan kecepatan tinggi dari selatan ke utara.

Sesampainya di lokasi kejadian, tiba-tiba pemotor menabrak seorang pejalan kaki, yaitu Sabillah. Saat itu, korban berjalan searah dengan pemotor. Dia berjalan pinggir jalan, sebelah kiri.

Saat itu juga, pejalan kaki langsung terpental dan jatuh. Semenara pengendara motor dan motornya, juga jatuh ke badan jalan.

“Dari keterangan sejumlah saksi, serta olah TKP di lapangan yang kami lakukan setelah kejadian, posisi pemotor di pihak kurang menguntungkan,” terang Kaposlantas Sukorejo Aiptu Hardiono.

Menurutnya, pengendara motor kurang hati-hati saat berkendara. “Dia kami duga kuat mengantuk saat mengendarai motornya. Sehingga di TKP menabrak pejalan kaki,” cetusnya. (zal/hn/mie)

 

MOST READ

BERITA TERBARU